Terlanjur Lakukan Hal Berisiko Tertular HIV, Ini Yang Harus Kamu Lakukan

Dinas Kesehatan dan Keluarganya Berencana Berencana Kota Singkawang mencatat, hingga 2019 ini, pengidap HIV Positif HIV di Kota Singkawang

Terlanjur Lakukan Hal Berisiko Tertular HIV, Ini Yang Harus Kamu Lakukan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Kadis Kesehatan dan KB Kota Singkawang Kismed saat di temui di Kantornya, Jumat (5/7/2019) 

Terlanjur Lakukan Hal Berisiko Tertular HIV, Ini Yang Harus Kamu Lakukan

SINGKAWANG - Dinas Kesehatan dan Keluarganya Berencana Berencana Kota Singkawang mencatat, hingga 2019 ini, pengidap HIV Positif HIV di Kota Singkawang telah mencapai 1121 orang.

Kasus HIV sendiri merupakan sebuah fenomena gunung es ditengah lautan.

Angka yang ada hanya merupakan gambaran kecil dari jumlah pengidap, namun bila dilakukan penelusuran lebih jauh kedalam, angka yang ada saat ini dipastikan bisa jauh lebih besar.

Hal ini dikarenakan, masa inkubasi dari virus HIV ini yang bisa mencapai bertahun - tahun sampai akhirnya gejala awal dari HIV muncul.

"Angka ini belum menurun secara signifikan, HIV ini gejala awalnya kan belum kelihatan, setelah sekian tahun baru dia muncul, kalau orang yang terinfeksi 5 tahun yang lalu bisa sekarang muncul gejala - gejala dan baru ketahuan,"kata Kadis Kesehatan dan KB Kota Singkawang Kismed.

Baca: Hingga Juli 2019 Angka Pengidap HIV di Kota Singkawang 1121 Orang

Baca: Hilang Dalam Hutan, Damianus Ditemukan Meninggal Dunia

Baca: TRIBUNWIKI: Yuk Serbu Promo Gramedia Back To School di Pameran Atrium Ayani Megamall

"Kadang - kadang gini, kalau kita habis berhubungan dan yang kita berhubungan itu penderita, dan kalau besok kita periksa, dengan metode pemeriksaan yang saat ini itu tidak terdeteksi, minimal 3 bulan baru bisa ketahuan dengan metode saat ini, ini yang dinamakan masa indoperiod, dan walaupun pada masa ini mereka tidak ketahuan, ini bisa menularkan ke orang lain,"tuturnya

Oleh sebab itu, bila ada seseorang yang telah merasa melakukan hal yang berisiko tertular hiv seperti melakukan hubungan seksual dengan pengidap, dan dalam 3 bulan pertama tidak terdeteksi, maka pihaknya akan melakukan pemeriksaan kembali di 3 bulan berikutnya.

"Kalau ada yang habis jajan, dia datang ke Kita lalu dia ada cerita begini begitu, ini langsung kita periksa kalau negatif, kita anjurkan periksa 3 bulan lagi, kalau negatif juga kita anjurkan dia datang 3 bulan lagi, kalau negatif juga berarti dia aman, tapi bila dia terdeteksi berarti positif dia HIV, dan harus dilakukan penanganan selanjutnya,"ungkapnya.

Kismed mengungkapkan, bagi siapa saja yang telah merasa memiliki resiko tertular HIV karena telah melakukan berbagai hal berbahaya, bisa datang langsung ke rumah sakit, ataupun ke puskesmas yang ada di seluruh Kota Singkawang untuk melakukan pemeriksaan dan pemeriksaan ini sendiri gratis.

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved