Sinergitas TNI-Polri Dalam Sosialisasikan Bahaya Karhutla Kepada Warga Desa

Memasuki pertengahan tahun 2019 ditandai dengan musim kemarau dibeberapa daerah

Sinergitas TNI-Polri Dalam Sosialisasikan Bahaya Karhutla Kepada Warga Desa
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kapolsek Belitang IPDA Agus Junaidi memerintahkan personelnya untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya Karhutla. 

Sinergitas TNI-Polri Dalam Sosialisasikan Bahaya Karhutla Kepada Warga Desa

SEKADAU - Memasuki pertengahan tahun 2019 ditandai dengan musim kemarau dibeberapa daerah, hal itu diperkirakan dapat menyebabkan lahan menjadi kering dan mudah terbakar.

Menyikapi hal tersebut Kapolsek Belitang IPDA Agus Junaidi memerintahkan personelnya untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan korporasi yang mempunyai lahan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar baik itu lahan perumahan, pertanian maupun perkebunan.

"Melalui sinergitas Bhabinkamtibmas Bripda Angga dan Babinsa Serda Sayuti mengunjungi warga desa Menua Prama Kecamatan Belitang untuk memberikan imbauan tentang karhutla merupakan permasalahan yang menjadi atensi bersama," ujar Kapolsek.

Tidak hanya itu, untuk mengantisipasi karhutla terjadi di wilayah Kecamatan Belitang maka dinilai olehnya perlunya kerjasama dari masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar yang dapat menimbulkan kabut asap serta dampak lainnya dari pembakaran lahan tersebut.

Baca: Rita Merasa Sangat Bahagia Bisa Mendapatkan Hadiah Utama

Baca: Wujudkan Kamtibmas Kondusif, Polsek Belitang Adakan Patroli Pada Malam Hari

Baca: Anggota Polsek Menyuke Patroli Dialogis Sampaikan Imbauan Kamtibmas

"Pihak TNI-Polri saat ini menilai penting untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tentang larangan dan bahaya kebakaran lahan kepada masyarakat," katanya.

Lebih rinci ia menuturkan bentuk dari sosialisasi itu dilakukan dengan pemasangan spanduk-spanduk di beberapa titik dan melakukan patroli secara rutin.

"Selain spanduk saya juga sudah berkoordinasi dengan aparatur desa setempat untuk mensosialisasikan bahaya dan ancaman serta sangsi hukuman bagi siapa saja yang kedapatan dengan sengaja melakukan pembakaran lahan," lanjutnya.

Kapolsek juga menegaskan bahwa pelaku pembakar lahan dapat di jerat dengan Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang lingkungan hidup, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda setinggi-tingginya Rp 10 miliar rupiah.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved