Pengidap HIV Masih Bisa Miliki Anak Yang Tak Tertular, Ini Penjelasannya dan Caranya

Penyakit HIV saat ini terus menjadi persoalan besar di dalam dunia kesehatan, terlebih hingga saat ini masih belum di temukan secara pasti

Pengidap HIV Masih Bisa Miliki Anak Yang Tak Tertular, Ini Penjelasannya dan Caranya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Kadis Kesehatan dan KB Kota Singkawang Kismed saat di temui di Kantornya, Jumat (5/7/2019) 

Pengidap HIV Masih Bisa Miliki Anak Yang Tak Tertular, Ini Penjelasannya dan Caranya

SINGKAWANG - Penyakit HIV saat ini terus menjadi persoalan besar di dalam dunia kesehatan, terlebih hingga saat ini masih belum di temukan secara pasti obat yang mampu membunuh virus tersebut, yang ada hanya obat untuk menekan perkembangan virus.

Bagi seseorang yang telah terinfeksi bila ingin bertahan maka harus mengkonsumsi obat ARV yang telah disediakan oleh pemerintah seumur hidupnya.

Akhmad Kismed Kepala dinas Kesehatan Kota Singkawang menjelaskan bahwa bagi seorang pengidap Virus HIV / AIDS bisa menikah dan memilki anak tanpa membuat anak dan istrinya tertular.

Pertama, pengidap harus secara konsisten mengkonsumsi obat ARV, yang mana fungsinya untuk menekan virus HIV didalam tubuhnya.

Setelah 6 bulan bila dalam pemeriksaan virus di tubuh tak terdeteksi maka pengidap HIV bisa melakukan program untuk memiliki anak.

Baca: Libur Sekolah Sudah Usai, Apa Saja Yang Perlu Kamu Persiapkan

Baca: Live Streaming TVOne OnePrix: Hasil Kualifikasi Kelas Bebek 150cc Standard, Bukit Peusar Tasikmalaya

Baca: Dandim 1205/Sintang Tinjau Langsung Persiapan TMMD ke-105 di Desa Marti Jaya

"Kalau dia (pengidap HIV) sudah mengkonsumsi obat secara rutin, nanti dalam jangka beberapa bulan, dan pada bulan ke 6 virus ini sampai tak terdeteksi oleh alat kita, Nah dia kalau mau kawin silahkan, walaupun dia istrinya pengidap juga, kita lihat, bila mereka telah secara rutin mengkonsumsi obat, dan pada pemeriksaan virus dikeduanya tidak terdeteksi, lalu lihat masa subur si istri dengan berkonsultasi dengan bidan atau dokter, setelah itu silahkan berhubungan lepas kondom dia boleh berhubungan, tapi 2, 3 hari setelah itu pakai kondom lagi, setelah itu terus konsumsi obat (ARV) terus,"paparnya.

"Anak yang lahir nanti anaknya di beri profilaksis sampai umur 18 bulan, lalu di tes, dan kalau negatif berarti aman, dan Alhamdulillah, semua yang ikut program ini semua anaknya negatif, dan ini sudah banyak di Singkawang,"ungkapnya.

Untuk mencegah penyebaran Virus HIV di Kota Singkawang terus bertambah, Kismed mengungkapkan pihaknya telah melakukan berbagai upaya sosialisasi kepada masyarakat dengan menekankan kepada masyarakat metode Pencegahan ABCDE.

Abstinence. Sudah jelas jika tidak ingin tertular maka jauhilah media penularnya.

Be faithful. Bagi yang sudah menikah, setialah pada pasangan!

Penggunaan kondom adalah upaya efektif dalam mencegah penularan HIV/AIDS bagi yang berhubungan sex.

Drug, jauhilah narkoba, Education.

"Nah untuk mencegah ini kita telah sosialisasi terus kepada agar masyarakat yang tidak tertular jangan sampai tertular dengan hal ini, dan kalau yang sudah tertular kita edukasi agar dia tidak balas dendam, tidak menularkan kepada orang lain, dan kita terus lakukan upaya itu untuk pencegahan,"pungkasnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved