Meneropong Peluang Tokoh Kalbar Masuk Jajaran Menteri Jokowi, Ini Analisis Dosen Fisip Untan

Pengamat Politik Fisip Untan DR Erdi Abidin M Si mengatakan jika ditanya, adakah putra Kalbar yang berpeluang untuk menjadi Menteri

Meneropong Peluang Tokoh Kalbar Masuk Jajaran Menteri Jokowi, Ini Analisis Dosen Fisip Untan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pengamat Kebijakan Publik Untan, DR Erdi Abidin MSi. 

Meneropong Peluang Tokoh Kalbar Masuk Jajaran Menteri Jokowi, Ini Analisis Dosen Fisip Untan

PONTIANAK - Pengamat Politik Fisip Untan DR Erdi Abidin M Si mengatakan jika ditanya, adakah putra Kalbar yang berpeluang untuk menjadi Menteri dalam Kabinet Jokowi – Ma’ruf Amin? Maka jawaban atas pertanyaan itu harus dijawab ada.

Sosok tokoh Kalbar yang berpeluang itu adalah Oesman Sapta Oedang (OSO) dan Mantaan Gubernur Kalbar Drs. Cornelis MH.

Sebagai Presiden pemenang Pilpres yang memiliki dukungan partai sangat solid di parlemen, maka urusan parliamentary threshold (PT) tidak lagi menjadi persoalan bagi Jokowi pada periode kedua ini.

Saya juga yakin, Presiden Jokowi tidak akan tersandra oleh tuntutan partai pendukungnya karena dari sejak awal; dukungan parpol pendukung pilpres tidak membicarakan hal itu; meskipun parpol pendukung sedikit banyak berfikir ke arah “Jatah Kursi Menteri”.

Peluang antara OSO dan Cornelis saya pikir lebih besar kepada Cornelis. Mengapa? Pertama, setelah OSO gagal di DPD-RI dan juga gagal dalam memperjuangkan parliamentary threshold 4% melalui Partai Hanura, maka peluang OSO untuk menjadi Menteri dalam Kabinet Jokowi – Ma’ruf Amin semakin kecil.

Baca: Mahasiswa STAI Mempawah Manerima Pembekalan PPL

Baca: Bupati Erlina Berikan Apresiasi Setinggi-tingginya Kepada Kafilah STQ Asal Mempawah

Baca: TRIBUNWIKI: Daftar Pondok Pesantren di Kota Pontianak

Kedua, sebagai orang besar yang selama ini berada di posisi melebihi Menteri dalam mempengaruhi kebijakan Jokowi, maka OSO tidak lagi pantas menjadi Menteri; melainkan sebagai pemberi pertimbangan kepada presiden sehiingga akan lebih cocok menjadi Dewan Pertimbangan Presiden sehingga ia sejajar dengan posisi Ibu Megawati Soekarnoputri dalam urusan pemerintahan dan pembangunan.

Oleh karena itu, peluang putra Kalbar menjadi Menteri akan jatuh kepada Cornelis.

Mengapa; minimal dengan tiga alasan logis. Pertama, Jokowi sebagai bagian dari PDI-P tentu ingin memberikan peluang kepada kader PDI-P untuk tidak saja menjadi Menteri tetapi juga menambah utusan untuk Parliamentary Threshold.

Ketika Presiden memilih Cornelis sebagai salah seorang Manteri dalam kabinetnya, maka akan muncul kader PDI-P yang lain untuk menggantikan posisi Cornelis di DPR-RI.

Ketika itu yang dilakukan oleh Presiden Jokowi, maka kursi alias PT untuk PDI-P menjadi bertambah.

Kedua, Cornelis yang merupakan Mantan Gubernur dua periode Kalbar ini cukup berpengalaman dalam politik sehingga akan memberi kontribusi pada keberhasilan PDI-P ke depan.

Ketiga, dengan posisi beliau sebagai Ketua DPD PDI-P Kalbar yang sukses; wajar bila Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai tokoh sentral dalam PDI-P merekomendasikan Cornelis kepada Presiden Jokowi untuk dipilih menjadi salah seorang Mentri.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved