Ketua BEM Polnep Dukung Larangan Kemasan Plastik Sekali Pakai di Kampus, Siap Bantu Sosialisasi

Presiden Mahasiswa BEM Polnep, Agung Prabowo mengatakan Surat Edaran ini sangat baik dan sangat perlu untuk secepatnya diterapkan di kampus Polnep

Ketua BEM Polnep Dukung Larangan Kemasan Plastik Sekali Pakai di Kampus, Siap Bantu Sosialisasi
ISTIMEWA
Ketua BEM Polnep, Agung Prabowo 

Ketua BEM Polnep Dukung Larangan Kemasan Plastik Sekali Pakai di Kampus, Siap Bantu Sosialisasi

PONTIANAK - Kementrian Riset, Teknologi, Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang larangan penggunaan kemasan minuman air berbahan plastik sekali pakai dan atau kantong plastik di lingkungan kampus Politeknik Negeri Pontianak (Polnep).

Presiden Mahasiswa BEM Polnep, Agung Prabowo mengatakan Surat Edaran ini sangat baik dan sangat perlu untuk secepatnya diterapkan di Politeknik Negeri Pontianak karena ini juga mengacu pada instruksi Menristekdikti yang pastinya telah dikaji secara nasional serta untuk jangka panjang.

Diketahui bahwasannya plastik yang biasanya digunakkan untuk pembungkus makanan atau minuman juga mengandung banyak bahan kimia sehingga tidak baik untuk kesehatan.

Selain itu penguraian bahan plastik dapat terjadi hingga 500 sampai 1000 tahun dengan demikian sampah akan menjadi objek pencemar lingkungan yang paling banyak.

Baca: Kantong dan Kemasan Plastik Sekali Pakai Kini Dilarang di Kampus Polnep

Baca: BEM Polnep Jadwalkan Kunjungan Kerja dan Silaturahmi Ke Perguruan Tinggi di Kabupaten Ketapang

Selain itu, cara lain yaitu dibakar hal itu juga menyebabkan pencemaran lingkungan melalui polusi udara yang ditimbulkan dari proses pembakaran plastik tersebut.

Kebijakkan tersebut harus terus disosialisasikan dan diboomingkan untuk mengkampanyekan Politeknik Negeri Pontianak bebas dari sampah plastik dan juga harus adanya pengawasan secara serius baik dari unsur kelembagaan maupun civitas kampus pada umumnya.

"Mari mengurangi penggunaan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari, dengan dimulai dari kesadaran diri pribadi, " ujarnya kepada Tribun Pontianak, minggu (7/7/2019).

Baca: UKM Seni Polnep Berdonasi dengan Cara Mengamen dan Charity Night

Baca: Sukses Berorganisasi, Ketua UKM Seni Polnep Raih IPK 3.97

Ia juga mengatakan sosialisasi yang paling ampuh dalam penerapan kebijakkan tersebut yaitu dapat melalui media massa atau media sosial dengan menyebarkan tulisan yang berisikan himbauan/ajakkan.

Dapat juga dengan cara mengadakan lomba design pamflet maupun lomba lainnya yang berkaitan dengan penerapan kebijakkan tersebut.

"Kalau bicara kesulitan sih pasti ada, karena kebiasaan lama yang menggunakan plastik itu sudah menjadi budaya dalam keseharian. Sehingga proses perubahan budaya itu harus dilakukan secara serius dan harus dimulai dari hal terkecil yaitu dengan mencontohkan kepada orang lain, mengajak teman terdekat, disampaikan diforum umum atau organisasi dan itu akan menjadi kebiasaan atau budaya baru dengan tidak ataupun meminimalisir penggunaan bahan plastik sekali pakai," pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved