Citizen Reporter

Gubernur Sutarmidji Siapkan Pelajar Sempanyuk Asrama, Prihatin Bertahun Tinggal di Gubuk Tak Layak

Bangunan yang kini dialihfungsikan menjadi asrama ini, awalnya merupakan pasar yang dibangun pemerintah pusat.

Gubernur Sutarmidji Siapkan Pelajar Sempanyuk Asrama, Prihatin Bertahun Tinggal di Gubuk Tak Layak
ISTIMEWA
Gubernur Sutarmidji meresmikan asrama siswa Sempanyuk 

Gubernur Sutarmidji Siapkan Pelajar Sempanyuk Asrama, Prihatin Bertahun-tahun Tinggal di Gubuk Tak Layak

Citizen Reporter
Rinto
Humas Pemprov Kalbar

BENGKAYANG - Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji meresmikan asrama bagi siswa siswi SDN 02 Sempanyuk Dusun Sempayuk, Desa Belimbing, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang. Menurutnya, bangunan asrama ini hanya bersifat sementara, solusi tercepat untuk membantu para pelajar yang sebelumnya tinggal di gubuk-gubuk atau pondok tak layak huni.

"Asrama ini hanya sementara supaya siswa menjadi nyaman," ucap Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji usai peresmian asrama bagi siswa siswi SDN 02 Sempanyuk Dusun Sempayuk, Desa Belimbing, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang, Minggu (7/7/2019).

Bangunan yang kini dialihfungsikan menjadi asrama ini, awalnya merupakan pasar yang dibangun pemerintah pusat.

Baca: Gubernur Sutarmidji Buka Festival Budaya Dayak ke-1 Kalimantan Barat di Bengkayang

Baca: Gubernur Sutarmidji Berikan Kuliah Umum Pada Siswa Seskoad, Paparkan Kondisi Kalbar

Sudah sekitar enam tahun pasar yang dibangun persis di sisi kiri SDN 02 Sempayuk, Desa Belimbing, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang itu tak dimanfaatkan.

Pengalihfungsian ini menurutnya tidak masalah, apalagi aset bangunan tersebut sudah diserahkan ke Pemkab Bengkayang.

"Nah dari pada jadi bangunan yang tak ini (digunakan). Udah bagus kami jadikan asrama pelajar, kebetulan tempat tinggalnya mencar-mencar (pisah-pisah)," tuturnya.

Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten setempat menurutnya sudah berupaya membantu mencarikan solusi. Karena memang kondisi yang ada, rumah para pelajar ini letaknya sangat jauh dari sekolah. Untuk itu mereka perlu asrama atau tempat tinggal sementara yang dekat dengan sekolah.

Baca: PMII Kalbar Dukung Gubernur Sutarmidji Evaluasi Perusahaan Sawit Tak Beri Kontribusi

Baca: Stan Kuliner Ramaikan STQ Nasional ke 25, Gubernur Sutarmidji Sebut Semua Makanan di Pontianak Enak

"Bayangkan ada yang lima jam jalan kaki (ke sekolah), akhirnya orang tua memang sudah kebiasaan membuatkan tempat-tempat (tinggal sementara), supaya mereka bisa tidak usah bolak-balik rumah ke sekolah," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved