Harganas ke XXVI, Produk Lidah Buaya dan Corak Insang Primadona Pengunjung

Momentum Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXVI yang dipusatkan di Banjarbaru

Harganas ke XXVI, Produk Lidah Buaya dan Corak Insang Primadona Pengunjung
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Foto bersama di Stan BKKBN Kalbar dalam rangka Harganas ke XXVI, Banjarbaru, Kalsel, Sabtu (6/7/2019). 

Harganas ke XXVI, Produk Lidah Buaya dan Corak Insang Primadona Pengunjung

BANJARBARU - Momentum Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXVI yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan menjadi ajang setiap daerah untuk memamerkan produk unggulan dan ciri khas daerah masing-masing.

Ratusan stan disediakan untuk pelaksanakan pameran dan gelar dagang yang dilakukan di Komplek Perkantoran Pemerintah Kalimantan Selatan, yang dilangsungkan selama tiga hari hari 4-6 Juli 2019.

Perwakilan BKKBN Kalbar yang menggandeng UPPKS Pemkot Pontianak yang berada dibawah binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana juga mempunyai stan yang digunakan untuk pelaksanaan gelar dagang dan pameran.

Berbagai produk, mulai dari makanan dan kain khas Kalbar dipajang pada stan yang memang menjadi perhatian pengunjung lantaran didesain unik dengan konsep kembali kemeja makan dan rumah terbalik.

Baca: Motivasi Petani, Sertu Mulyadi Turun Ke Sawah

Baca: Yohanes Ontot Buka Gawai Nosu Midu Podi di Desa Lintang Kapuas

Baca: RAMALAN ZODIAK Sehat Sabtu 6 Juli 2019, Tinggalkan Kebiasaan Buruk Pisces, Hari yang Indah Virgo

Produk khas Kota Pontianak, olahan lidah buaya menjadi primadona bagi pengunjung yang hadir. Semua produk olahan tanaman yang menjadi icon dari Pontianak ini ludes dibeli pengunjung.

Anggota UPPKS Kota Pontianak, Jamilah yang menjaga stan menuturkan bahwa pihaknya membawa cukup banyak dari beragam produk olahan lidah buaya dan dalam waktu dua hari sudah habis dibeli pengunjung.

"Banyak kita membawa produk lidah buaya dan memang para pengunjung banyak mencarinya, hari kedua pameran sudah habis semua," ucap Jamilah saat diwawancarai di Stan Pameran dan Gelar Dagang dalam rangka Harganas ke XXVI, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (6/7/2019).

Selain produk olahan lidah buaya, produk yang menjadi perhatian pengunjung lainnya adalah tenun corak insang yang merupakan produk asli Kota Pontianak juga.

Memang tenun corak insang tak dibawa terlalu banyak, karena mereka juga membawa produk kain yang merupakan khas Kalbar lainnya, namun yang dicari masyarakat saat berkunjung pada stan memang tenun corak insang.

Olahan lidah buaya dan tenun corak insang setiap tahunnya memang menjadi primadona para pengunjung saat dilaksanakannya pameran dan gelar dagang.

Jamilah menjelaskan beragam olahan dari lidah buaya antara lain, jelly, minuman dan beragam lainnya yang mampu menarik perhatian pengunjung untuk membelinya.

Selain dua produk yang disampaikan diatas, Jamilah menjelaskan produk tenun dengan motif Tionghoa, Dayak dan Melayu (Tidayu) juga ditampilkan namun memang sambutan dari pengunjung tidak seperti pada tenun corak insang yang juga ludes terjual.

Ia menjelaskan kurang lakunya kain tenun lantaran hampir semua stan dari setiap daerah menjual produk serupa dengan ciri khas daerah masing-masing.

"Kain memang nda terlalu laku, karena semua stan menjual tenun mereka juga sehingga banyak saingan. Kalau lidah buayakan Pontianak yang ada dan sudah terkenal juga," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved