Jelang Pilkades Serentak, Kecamatan Tebas Gelar Deklarasi Damai

Manakala ada yang melanggar, baleho tersebut sebagai salah satu alat bukti apabila ada yang melanggar peraturan,

Jelang Pilkades Serentak, Kecamatan Tebas Gelar Deklarasi Damai
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Penandatanganan Deklarasi Pilkades Damai, oleh Camat Tebas, dan di ikuti oleh Cakades di Seluruh Kecamatan Tebas. 

Jelang Pilkades Serentak, Kecamatan Tebas Gelar Deklarasi Damai

SAMBAS - Memasuki tahapan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sambas, Forkopincam Kecamatan Tebas, bersama dengan sejumlah calon kepala Desa di Kecamatan Tebas menggelar deklarasi Pilkades Damai di halaman kantor Camat Tebas, Jumat pagi. 

Dikesempatan itu, sebanyak 63 calon Kepala Desa dari 18 Desa di Kecamatan Tebas, turut hadir dalam deklarasi Damai, para Penjabat Kepala Desa dan panitia Pilkades Se - Kecamatan Tebas. 

Camat Tebas, Marianis mengatakan, deklarasi yang digelar hari ini merupakan upaya untuk menciptakan situasi aman dan damai di Kecamatan Tebas. 

Baca: Soroti Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Ini Harapan Anggota DPRD Sambas

Baca: Sukardi: Gawai Adat Matah Ayu Bentuk Ucapan Syukur Hidup Sehat Masyarakat Sungai Ruai

Ia menegaskan, jika Pilkades yang akan dilaksanakan nanti, jangan sampai membuat hubungan sesama masyarakat di satu Desa, menjadi renggang akibat beda pilihan dalam Pilkades. 

"Jangan mengkotak-kotakan masyarakat di Desa kita, yang tentu akan mengganggu ketenteraman dan keamanan serta ketertiban di Desa," ujarnya, Jum'at (5/7/2019). 

Marianis mengatakan, baleho deklarasi damai yang telah ditandatangani oleh seluruh calon kepala Desa, akan ia serahkan kepada Polsek Tebas sebagai bukti kesepakatan untuk menjalankan Pilkades damai. 

"Manakala ada yang melanggar, baleho tersebut sebagai salah satu alat bukti apabila ada yang melanggar peraturan," katanya. 

Marianis juga mengingatkan agar calon kades, dilarang mempersoalkan dasar negara. 

"Hal ini berdasarkan Perda nomor 6 tahun 2015, dilarang mempersoalkan dasar negara, Pancasila, pembukaan undang-undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945 dan bentuk negara kesatuan Republik Indonesia," jelas Marianis. 

Halaman
12
Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved