Deputi Kemenko PMK Gafur Apresiasi Genre Educamp, Harap Duta Genre Jadi Agen Advokasi Remaja

Menurutnya remaja harus disadarkan bahwa mereka adalah orangtua yang akan datang dan menentukan arah bangsa ini.

Deputi Kemenko PMK Gafur Apresiasi Genre Educamp, Harap Duta Genre Jadi Agen Advokasi Remaja
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Deputi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Gafur Dharma Putra. 

Deputi Kemenko PMK Gafur Apresiasi Genre Educamp, Harap Duta Genre Jadi Agen Advokasi Remaja

BANJARBARU - Hadir dalam kegiatan Genre Educamp, dimana 500  remaja berkumpul dari seluruh Indonesia, Deputi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Gafur Dharma Putra yang memberikan langsung materi.

Gafur menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan dari BKKBN yang mengumpulkan para remaja guna memberikan materi agar menjadi agen perubahan dan menjadi advokat bagi teman sebayanya dalam sosialisasi program perencanaan keluarga.

"Jadi kita sangat  menghargai BKKBN dengan Forum Generasi Berencana (Genre) , tujuannya adalah bagaiamana Indonesia kelak terus maju dengan remaja yang berkualitas," ucap Gafur Dharma Putra saat diwawancarai, Jumat (5/7/2019).

Menurutnya remaja harus disadarkan bahwa mereka adalah orangtua yang akan datang dan menentukan arah bangsa ini.

Baca: Duta Genre Kalbar Berbagi Kisah Pengalaman Berkumpul dengan 500 Remaja se Indonesia, di Educamp

Baca: Duta Genre Diharapkan Mampu Sebarkan Virus Perencanaan Keluarga

Makanya mereka harus diberi arahan menunda perkawinan, tidak melakukan hubungan seksual sebelum nikah, kemudian tidak menggunakan Napza.

"Konsep itu menurut saya harus dikembangkan, apalagi saat ini presiden Jokowi sejak 2019, sudah menetapkan SDM adalah prioritas pembangunan setelah infrastruktur," tambahnya 

Pihaknya dari Kemenko PMK terus terang saja sejak tahun lalu, sudah menjalankan program seperti itu dan ia menegaskan harus bersama-sama menjalanman program  revolusi mental.

Revolusi mental   adalah merubah perilaku yang jelek dan meninggalkannya untuk mencapai suatu yang baru.

Baca: Syarif Rizki dan Radiatul Adwaiyyah Wakili Kalbar Pemilihan Duta Genre Nasional

Baca: Duta Genre Kalbar Fokus Isu Literasi untuk Membangun Remaja

"Contohnya dari hal kecil, tidak menyontek saat disekolah, lalu tertib ketika mengendarai motor dan seterusnya. Sesuatu yang kecil tapi memberikan dampak luar biasa," jelas Gafur saat diwawancarai di Asrama Haji, Banjarbaru, Kalsel.

Apalagi kalau Indonesia menjadi negara maju, maka harus memiliki kiat-kiat dan harus merubah hal tidak baik.

Contohnya perkawinan anak, khsusnya di Kalsel adalah tempat perkawinan anak nomor satu di Indonesia dan yang paling kecil adalah Jogya.

"Kita ingin menyampaikan bahwa belajarlah dari Jogya, mengapa mereka bisa dan yang lainnya tidak bisa. Saya sangat apresiasi atas tag line yang diangkat di Kalsel ini yaitu Sakulah, Kuliah, Sarjana, Bagawi dan Hanyar Kawin," tegasnya.

Kemenko PMK juga melakukan hal serupa dengan BKKBN , karena  melihat remaja adalah segmen yang harus terus dibina. 

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved