Camat Tebas Minta Kades Komit Gunakan LPG Non Subsidi

Marianis Majri meminta kepada seluruh kepala Desa di Kecamatan Tebas, tidak menggunakan gas elpiji tiga kilogram

Camat Tebas Minta Kades Komit Gunakan LPG Non Subsidi
TRIBUNPONTIANAK/M Wawan Gunawan
Foto bersama Muspika dan jajarannya, setelah pertemuan pembahasan lpg di Kantor Camat Tebas 

Camat Tebas Minta Kades Komit Gunakan LPG Non Subsidi

SAMBAS - Camat Tebas, Marianis Majri meminta kepada seluruh kepala Desa di Kecamatan Tebas, tidak menggunakan gas elpiji tiga kilogram.

Menurutnya, Kepala Desa, seluruh ASN, anggota TNI /Polri di Kecamatan Tebas, di haruskan beralih dan menggunakan gas non subsidi 5,5 kilogram.

"Saya minta agar tidak lagi menggunakan gas elpiji 3 kilogram bagi yang tidak berhak, karena itu merupakan satu diantara kesepakatan kami bersama. Dalam mengatasi permasalahan gas elpiji 3 kilogram di Kecamatan Tebas, yang sering dikeluhkan oleh masyarakat," ujar Marianis, Kamis (4/7/2019) sore.

Ia mengungkapkan, selain perangkat Desa, para pagawau BUMDes juga diajak untuk tidak menggunakan gas elpiji 3 kilogram.

"Bagi yang tidak masuk dalam daftar masyarakat tidak mampu, sebaiknya menggunakan gas non subsidi. Karena gas yang 3 kg khusus untuk warga miskin, sehingga masyarakat yang tidak masuk dalam daftar warga miskin wajib menggunakan 5,5 kg," katanya.

Baca: TERPOPULER - Final Piala Dunia Wanita 2019, Jerry Yan, hingga Foto Mesra Nikita Willy & Anjasmara

Baca: 11 Korban Kecelakaan Tunggal Bus Sekolah di Nanga Tayap Dirawat Intensif di RSU Antonius

Baca: Kasatlantas Ungkap Kronologis Kecelakaan Maut di Nanga Tayap, Ini Penyebabnya?

Ditegaskan oleh Camat, Forkopimcam dan elemen masyarakat juga di minta agar bisa mengawasi penyaluran gas 3 Kg untuk warga miskin.

"Dimana sesuai harga eceran tertinggi untuk Kecamatan Tebas adalah Rp16.500, dan ada tiga desa di Kecamatan Tebet yang khusus yaitu Segarau Parit, Maribas dan Serat Ayon harga eceran tertinggi Rp19.500. Perlu ada laporan dari masyarakat, dan kami Forkopimcam akan turun langsung melakukan sidak kepangkalan di masing-masing desa," tegas Marianis.

Di kesempatan itu, ia juga melontarkan wacana untuk membuat pangkalan LPG 3 Kilogram di setiap Desa.

Dimana sedikitnya, terdapat 6 BUMDes di Kecamatan Tebas yang rencananya akan di jadikan pangkalan gas elpiji 3 dan 5,5 kilogram.

"Kemudian 6 desa di Kecamatan Tebas yang Bumdes-nya berkinerja baik, itu akan diusulkan atau prioritas utama untuk dijadikan pangkalan gas 3 kg penyaluran untuk warga miskin dan 5,5 kg untuk warga yang mampu," bebernya.

"Dan tentunya harapan Kita hasil kesepakatan hari ini, BUMDes dapat berperan dalam penyaluran Gas 3 kg terutama Desa yang belum memiliki pangkalan. Sedangkan bagi yang sudah memiliki pangkalan sama-sama akan kami awasi penyaluran kepada warga miskin," tutup Marianis.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved