Tersangka Judi Terbanyak Selama Operasi Pekat 2019 di Singkawang, Ini Upaya Polres Tekan Perjudian

Polresta Singkawang pada Senin 1 Juli 2019 telah menggelar konferensi pers di Mapolresta Singkawang atas hasil operasi pekat Kapuas 2019

Tersangka Judi Terbanyak Selama Operasi Pekat 2019 di Singkawang, Ini Upaya Polres Tekan Perjudian
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kapolresta Singkawang AKBP Raymond M Masenggi bersama Jajaran Polresta Singkawang saat Konfrensi Pers di Mapolresta Singkawang. Senin (1/7/2019) 

Tersangka Judi Terbanyak Selama Operasi Pekat 2019 di Singkawang, Ini Upaya Polres Tekan Perjudian

SINGKAWANG - Polresta Singkawang pada Senin 1 Juli 2019 telah menggelar konferensi pers di Mapolresta Singkawang atas hasil operasi pekat Kapuas 2019.

Konferensi pers yang di pimpin langsung Kapolresta Singkawang AKBP Raymond M Masenggi itu juga turut menghadirkan puluhan tersangka yang di amankan dalam operasi pekat Kapuas 2019 ini.

Pada Oparasi Pekat sendiri, sebanyak 87 kasus berhasil di ungkap dan pihak Polresta mengamankan sebanyak 38 tersangka yang mana 25 di antaranya merupakan tersangka kasus perjudian dari 13 kasus.

Baca: Dinkes Kalbar: Sejauh Ini Tidak Ada RSUD Yang Diputuskan Kerjasama oleh BPJS Terkait Akreditasi

Baca: Waspada! Gelombang di Atas 2 Meter Berpeluang Terjadi di Selat Karimata

Baca: Peringatan Dini Cuaca di Wilayah Kabupaten Kapuas Hulu

"Dalam operasi Pekat 2019, dari 38 tersangka yang di amankan, 25 orang di antarany itu tersangka perjudian, 25 orang itu terdiri dari 13 kasus perjudian, dan pada barang bukti yang di amankan itu dengan total 15 juga, dan ada pula di antaranya yang merupakan kasus judi togel dengan omzet perbulannya mencapai puluhan juta rupiah,"ungkap Kasat Reskrim Polresta Singkawang AKP Parikhesit.

Selanjutnya, Kapolresta Singkawang AKBP Raymond M Masenggi mengatakan bahwa dengan banyaknya kasus perjudian di Kota Singkawang sendiri membuat pihaknya akan memberikan fokus edukasi tersendiri ke masyarakat.

"Kepolisian Polres Singkawang, dengan program berkibar dari Bapak Kapolda, bukan penekanan pada penindakan, penindakan itu merupakan jalan terakhir yang akan kami lakukan, kegiatan yang paling utama yang kami lakukan adalah kegiatan prefentif dan kegiatan Preentif,"ungkap Kapolsek.

Porsi Kegiatan Preentif dan Prefentif, disebutnya merupakan mendapat porsi yang lebih besar di bandingkan dengan kegiatan penindakan dan lainnya.

"Ini mengambil kegiatan kami yang lebih besar, ada sekitar 80% kegiatan - kegiatan kepolisian yang kami lakukan untuk Preentif dan Prefentif, jadi melalui Binmas dan Intel kami melakukan sosialisasi, penyuluhan, penggalangan, cipta kondisi agar masyarakat tidak terpengaruh, agar masyarakat tidak melakukan hal - hal yang negatif, dan kami melakukan hal - hal yang melanggar hukum,"jelasnya.

Ditegaskannya kembali, bahwa kegiatan penindakan dari Reskrim, Narkoba dan Sabhara merupakan langkah terakhir dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.

"Reskrim, narkoba, ataupun Sabhara, yang mengemban fungsi penindakan,itu merupakan ujung saja, tindakan paling akhir jika seandainya kegiatan prefentif dan Preentif ini tidak terpaksa dengan baik, namun untuk di ketahui bersama banyak juga melalui kegiatan Preentif dan Prefentif yang kami lakukan masyarakat Singkawang sadar Sehingga bisa menekan angka kriminalitas di Kota Singkawang,"katanya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved