PPDB di 14 Kabupaten Selesai, Fatmawati: Tiap Kendala Akan Terus Dievaluasi Disdik Kalbar

Proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi pada tahun ajaran 2019/2020 telah dilaksanakan di 14 kabupaten kota

PPDB di 14 Kabupaten Selesai, Fatmawati: Tiap Kendala Akan Terus Dievaluasi Disdik Kalbar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kabid Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Fatmawati saat diruang kerjanya, rabu (3/7/2019). 

PPDB di 14 Kabupaten Selesai, Fatmawati: Tiap Kendala Akan Terus Dievaluasi Disdik Kalbar

PONTIANAK - Proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi pada tahun ajaran 2019/2020 telah dilaksanakan di 14 kabupaten kota yang ada di Kalbar.

Kabid Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Fatmawati mengatakan bahwa beberapa waktu lalu menurutnya sempat terjadi kendala di Kabupaten Mempawah namun setelah dilakukan pertemuan antara dinas pendidikan kabupaten, komite, dan orang tua telah disepakati untuk melakukan penambahan satu kelas untuk siswa yang tidak terakomodir di sekolah negeri di Kabupaten Mempawah.

"Secara garis besar pelaksanaan PPDB di 13 kabupaten kota berjalan lancar, hanya memang terjadi beberapa kendala di Kota Pontianak," ujarnya saat ditemui awak media diruang kerjanya, rabu (3/7/2019).

Di Kota Pontianak berdasarkan beberapa keluhan orang tua ialah anak dengan nilai ujian nasional tinggi tidak tertampung di sekolah yang di inginkan anak tersebut.

Rata-rata sekolah tujuan dari para siswa adalah di SMA Negeri 1 , dan SMA N 3 Pontianak, juga beberapa terjadi kendala pada saat pengukuran jarak yang dilakukan oleh operator disekolah kurang sesuai.

Khusus untuk pengukuran jarak menurutnya dinas pendidikan provinsi sudah membuka posko pengaduan.

Baca: Daftar Tim Lolos Babak 16 Besar Piala Afrika 2019: Mesir Vs Afrika Selatan, Nigeria Vs Kamerun

Baca: Rayakan Hari Ulang Tahunnya, Foto Mesra Nikita Willy & Anjasmara Tuai Kontroversi

Baca: Live Streaming Persebaya Vs Persib, Shopee Liga 1 2019 Live Indosiar Mulai Jam 18.30

"Awalnya pengukuran jarak dilakukan oleh operator disekolah. Ada beberapa kasus memang terjadi kesalahan dan itu telah dilakukan koreksi oleh operator PPDB dinas pendidikan," ucapnya.

Fatmawati menyampaikan dalam menyikapi persoalan PPDB, Gubernur Kalbar mengambil beberapa kebijakan diantaranya menambah dua siswa disetiap rombel yang diterima.

Awalnya satu rombel berisikan 36 kini menjadi 38 siswa. Sebagai contoh SMA Negeri 1 Pontianak menerima 12 kelas. Sesuai arahan gubernur tentang penambahan maka akan ada 24 penambahan siswa di SMA 1 Pontianak tersebut.

Halaman
123
Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved