Meski Sudah Ada 6 Desa Mandiri, 86 Desa di Sintang Masih Kategori Sangat Tertinggal

Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan bahwa pada Indeks Desa Membangun (IDM) yang terakhir, Kabupaten Sintang membuat sebuah loncatan

Meski Sudah Ada 6 Desa Mandiri, 86 Desa di Sintang Masih Kategori Sangat Tertinggal
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Bupati Sintang Jarot Winarno 

Meski Sudah Ada 6 Desa Mandiri, 86 Desa di Sintang Masih Kategori Sangat Tertinggal

SINTANG - Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan bahwa pada Indeks Desa Membangun (IDM) yang terakhir, Kabupaten Sintang membuat sebuah loncatan yang luar biasa karena ada peningkatan pada status desa maju dan mandiri.

"Jadu desa majunya jadi 10, tadinya kan hanya satu yaitu Desa Sungai Ana. Kemudian desa mandiri jadi enam, kita targetkan tahun ini kan empat, tetapi total sudah enam desa mandiri sekarang," katanya, Kamis (4/7/2019) pagi.

Meskipun demikian, menurut Jarot masih ada PR besar karena masih ada 21 persen desa di Kabupaten Sintang yang berstatus sangat tertinggal. Artinya jika dihitung maka ada 86 dari 391 desa di Sintang yang sangat tertinggal.

Baca: Peringatan Dini, Masih Ada Potensi Muncul Titik Panas di Awal hingga Pertengahan Dasarian

Baca: VIDEO: Pj Sekda Kapuas Hulu Sosialisasi Kebijakan Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Baca: VIDEO: Penjelasan Kusmana Terkait Parade Jukung

"Sebenarnya untuk persentase kita sama dengan Kabupaten Landak, Ketapang, Melawi. Cuma jumlah desa banyak, karena desa paling banyak di Kalbar ini adalah di Kabupaten Sintang, jadi 21 persen itu besar sekali," jelasnya.

Menurutnya 86 desa inilah kemudian yang diidentifikasi sebagai kantong-kantong stunting dan kemiskinan. Sebab itu, Jarot memberi atensi untuk membangun desa-desa yang sangat tertinggal ini secara bersama-sama.

"Ayo kita bersama legislatif yang konstituen mereka berasal dari desa-desa tersebut sama-sama membangun supaya bisa lepas dari status ke sangat tertinggal. Kalau tidak kita atasi, inilah jadi kantong kemiskinan dan stunting," katanya.

Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved