Diah Natalisa: Inovasi Pelayanan Publik Makin Merata

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019 mendapat antusiasme tinggi dari banyak instansi pemerintah.

Diah Natalisa: Inovasi Pelayanan Publik Makin Merata
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Suasana saat Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa menghadiri dalam acara Sosialisasi Pelaksanaan Zona Integritas dan Pelayanan Publik dalam Mendukung Reformasi Birokrasi, di Kantor BNN, Jakarta, Senin (11/03). 

Diah Natalisa: Inovasi Pelayanan Publik Makin Merata

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019 mendapat antusiasme tinggi dari banyak instansi pemerintah. Ada sejumlah instansi yang sebelumnya tidak ikut dalam kompetisi ini, justru bisa masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik.

Kenyataan itu dinilai sebagai pemerataan motivasi dalam melakukan inovasi pelayanan publik.

Hal tersebut dikatakan Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Diah Natalisa.

“Jadi yang kita lihat adalah adanya peningkatan tidak hanya kuantitas tapi juga kualitas. Ada pemerataan motivasi daerah untuk ikut berpartisipasi memberikan solusi dalam pelayanan publik semakin intens,” ujar Diah, di sela sesi wawancara TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019 sesi kedua, di Kementerian PANRB, Jakarta, Selasa (02/07/2019).

Banyaknya inovasi baru yang muncul pada KIPP 2019 juga disebabkan kepercayaan publik terhadap pelayanan publik semakin baik. Terobosan ini tak hanya mendapat apresiasi di tingkat nasional, tapi juga internasional.

Dua tahun terakhir inovasi-inovasi hasil dari KIPP menjuarai di ajang berkelas dunia, termasuk United Nations Public Service Award (UNPSA) dari PBB dan juga dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Baca: 175 ASN di Kapuas Hulu Akan Pensiun di Tahun 2020

Baca: Lakukan Inovasi Pelayanan Publik Mendagri Kenalkan Si Juwita

Baca: Kominfo Sosialisasi Media Online Pemerintah ke DPRD

“Ini menggembirakan, satu hal yang jauh lebih penting lagi adalah selain melahirkan inovasi yang handal, kita juga berharap terobosan-terobosan baik, praktik-praktik baik itu juga dapat disebarluaskan dengan program scaling up,” jelas Diah.

Diah berharap, 99 inovasi terbaik tahun 2019 ini dapat diterapkan oleh berbagai instansi yang membutuhkan. Inovasi-inovasi ini diharapkan tidak ikut menghilang jika ada pergantian pimpinan instansi atau pimpinan daerah. “Kita coba untuk melembagakan dengan menggunakan aturan-aturan hukum yang dapat mengikat supaya inovasi itu tetap eksis,” tegas Diah.

Di sesi kedua ini, Kementerian Keuangan menampilkan empat inovasinya. Melalui Direktorat Jenderal Peerbendaharaan, inovasi yang diciptakan adalah aplikasi Simserba: Bendahara Pintar, Pembangunan Lancar. Simserba merupakan sebuah sistem aplikasi yang digunakan Ditjen Perbendaharaan dan dapat diakses oleh seluruh bendahara dimanapun dengan basis internet baik melalui komputer dan gadget, yang berfungsi sebagai alat untuk standardisasi kompetensi bendahara di seluruh 24.000 satuan kerja dari Sabang sampai Merauke.

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved