WhatsApp Baik untuk Kesehatan Mental, Ini Sebabnya!

Aplikasi chatting WhatsApp dan media sosial lainnya mungkin tak memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan

WhatsApp Baik untuk Kesehatan Mental, Ini Sebabnya!
phinemo.com
WhatsApp 

WhatsApp Baik untuk Kesehatan Mental, Ini Sebabnya!

PONTIANAK - Aplikasi chatting WhatsApp dan media sosial lainnya mungkin tak memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan, seperti yang selama ini diperkirakan. Setidaknya sebuah hasil penelitian di Edge Hill University menemukan, menghabiskan waktu berinteraksi dengan teman dan keluarga lewat WA, ternyata baik untuk kesehatan psikologis seseorang.

Dilansir dari Kompas,com, mereka yang menghabiskan lebih banyak waktu lewat aplikasi chatting populer itu memiliki tingkat harga diri yang lebih tinggi, dengan perasaan kesepian yang tereduksi. "Ada banyak perdebatan tentang apakah menghabiskan waktu di media sosial itu buruk untuk kesejahteraan kita," ucap Dr Linda Kaye, dosen senior psikologi di Edge Hill University.

Namun, Kaye mengatakan, riset ini telah membuktikan media sosial tak seburuk yang selama ini dipikirkan. "Semakin banyak waktu yang dihabiskan orang di WhatsApp, semakin banyak interaksi yang mereka lakukan dan membuat mereka merasa dekat dengan teman dan keluarga," ucap dia.

Baca: TRIBUNWIKI: Ingin Cari Perlengkapan Bayi di Ngabang, Yuk Mampir Sankusen

Baca: TRIBUNWIKI: Setelah Rilis Dalam Seminggu, Lagu Senorita Duduki Trending Youtube

Baca: Semakin Mendunia, Inilah Member BTS yang Disebut-sebut Memiliki Kekayaan Tertinggi!

Bahkan, hubungan yang terjalin erat berkat WA pun dianggap memiliki kualitas yang baik. Studi sebelumnya telah menemukan media sosial dapat merusak kesehatan mental seseorang, terutama aplikasi seperti Facebook, Instagram, dan Snapchat. Riset 2016 dari University of Copenhagen menemukan penggunaan Facebook mengarah pada apa yang oleh para peneliti disebut "kecemburuan Facebook". Fenemona ini merupakan kecenderungan untuk merasa cemburu pada kehidupan orang lain dari melihat unggahan mereka di platform media sosial Facebook.

Sebuah studi lain yang dilakukan peneliti di University of Pensylvania, yang diterbitkan pada 2018, menemukan korelasi langsung antara waktu yang dihabiskan untuk media sosial dan peningkatan tingkat kecemasan, depresi, dan kesepian. Menurut Melissa Hunt, pemimpin riset, meminimalisasi penggunaan sosial media akan menyebabkan penurunan depresi dan kesepian yang signifikan.

"Efek ini sangat menonjol bagi orang-orang merasa depresi saat dilakukan penelitian ini," ucap dia. Penelitian terbaru, yang melibatkan 200 pengguna media sosial, menyarankan percakapan kelompok dan obrolan individu dalam dunia nyata dapat bermanfaat bagi orang-orang karena menawarkan dukungan sosial.

Menurut Kanye, temuan ini telah menunjukkan bagimana faktor yang terkait dengan ikatan sosial di dunia nyata sangat relevan dalam bidang ini sebagai cara memahami bagaimana penggunaan teknologi mendapatkan kesehatan psikologis. "Ini menimbulkan gagasan teknologi sosial seperti WA dapat merangsang hubungan dan peluang komunikasi yang ada, sehingga meningkatkan aspek kesejahteraan positif penggunanya," tambah dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WhatsApp Disebut Baik untuk Kesehatan Mental, Apa Alasannya?"

Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved