TRIBUNWIKI

TRIBUNWIKI: Ikonik, Tugu Khatulistiwa Jadi Magnet Bagi Peserta STQ Nasional ke-25

Tugu Khatulistiwa menjadi magnet bagi pengunjung atau kafilah peserta Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke-25 Pontianak

TRIBUNWIKI: Ikonik, Tugu Khatulistiwa Jadi Magnet Bagi Peserta STQ Nasional ke-25
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Venue perlombaan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Nasional ke XXV di tugu Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (1/7/2019). Mimbar tilawah yang dibuat berbentuk globe ini berdiri tepat di titik 0 derajat. 

TRIBUNWIKI: Ikonik, Tugu Khatulistiwa Jadi Magnet Bagi Peserta STQ Nasional 

PONTIANAK - Tugu Khatulistiwa menjadi magnet bagi pengunjung atau kafilah peserta Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke-25 Pontianak Kalimantan Barat.

Sejumlah pengunjung memanfaatkan berfoto di Tugu Khatulistiwa. Didalam Tugu Khatulistiwa terpajang berbagai foto menarik dan sejarah pembangunan Tugu Khatulistiwa yang terletak di Kelurahan Batu Layang Pontianak Utara.

Berdasarkan catatan keterangan didalam kubah duplikat Tugu Khatulistiwa Pontianak ini, menjelaskan kronologis pembangunan Tugu Khatulistiwa.

Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 dari V. En. V oleh Opsiter Wiese dikutip dari Bijdragentot De Geogrphe dari Chep Van den Topogrpheschen dien in Nederlandsch Indie : den 31 Sten Maart 1928, telah datang di Pontianak satu ekspedisi internasional yang dipimpin seorang ahli Geogrphie berkebangsaan Belanda, untuk menentukan titik tonggak garis Equator di kota Pontianak, dengan konstruksi Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan tanda panah.

Baca: TERPOPULER - Bus Terbalik Lamandau, Jungkook BTS, hingga Nikita Mirzani Bongkar Pernikahan Syahrini

Baca: RAMALAN ZODIAK Kesehatan Selasa 2 Juli, Pisces Jangan Menghakimi Diri Sendiri, Libra Jangan Terjebak

Baca: TRIBUNWIKI: Program Jaminan Hari Tua, Ini Loh Manfaatnya!

Pada tahun 1930 kemudian disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkaran dan tanda panah.

Kemudian tahun 1938 Tugu asli dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh Opsiter atau Architech Silaban dengan ukuran bangunan Tugu terdiri dari 4 buah tonggak berlian masing-masing berukuran 0,30 meter dengan ketinggian tonggak dibagian depan sebanyak 2 buah setinggi 3,05 meter dari permukaan tanah dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah petunjuk arah setinggi 4,40 meter.

Tahun 1990, Tugu Khatulistiwa direnovasi dengan pembuatan kubah dan duplikat Tugu Khatulistiwa.

Peresmian duplikat Tugu khatulistiwa dan kubah dilakukan pada 21 September 199 oleh Parjoko Suryo Kusumo, Gubernur Kalbar periode saat itu.

Saat ini, dilokasi menjadi destinasi Wisata Kota Pontianak dan menjadi lokasi Festival Kulminasi Matahari dengan atraksi telur berdiri dan masih banyak lainnya.

Peristiwa kulminasi matahari terjadi setahun dua kali, yakni tanggal 21-23 Maret lalu dan 21-23 September. Peristiwa alam itu menjadi kegiatan tahunan Kota Pontianak guna menarik wisatawan.

Satu diantara pengunjung yakni Rahman mengaku baru kali ini berkunjug ke Tugu Khatulistiwa. Ia mengatakan cukup terkesan apalagi di lokasi tersebut ada fenomena kulminasi matahari.

"Ya baru pertama kesini awalnya penasaran ternyata seperti ini tempatnya," ujarnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved