Teroris Disebut Miliki Perusahaan Sawit di Kalimantan dan Sumatra, Gidot Minta Pemerintah Tegas

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot meminta pemerintah untuk mengambil sikap tegas dan langkah yang cepat untuk menjaga keutuhan NKRI

Teroris Disebut Miliki Perusahaan Sawit di Kalimantan dan Sumatra, Gidot Minta Pemerintah Tegas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar, Suryadman Gidot 

Teroris Disebut Miliki Perusahaan Sawit di Kalimantan dan Sumatra, Gidot Minta Pemerintah Tegas

PONTIANAK – Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot meminta pemerintah untuk mengambil sikap tegas dan langkah yang cepat untuk menjaga keutuhan NKRI.

Hal ini menyusul statment Polri yang menyebut teroris Jamaah Islamiyah mempunyai Perusahaan Sawit Besar di Kalimantan dan Sumatera.

Pada Senin, (01/07/2019), Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa kader organisasi eks pimpinan Abu Bakar Baasyir tersebut bisa bertahan hingga menggaji kadernya sebesar Rp10 juta-Rp15 juta per bulan karena JI memiliki perusahaan sawit cukup besar di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Menurut Dedi, keuntungan dari perusahaan sawit yang namanya masih dirahasiakan itu digunakan organisasi JI untuk mensejahterakan kadernya hingga mengirim para kader ke Suriah untuk belajar militer dan intelijen di sana, lalu ditarik kembali ke Indonesia untuk kaderisasi orang lain dan memperkuat basis kekuatannya.

Baca: Persiapkan Jadi Haji Mabrur, 122 Calon Haji Singkawang Ikut Manasik

Baca: Hotel Ibis Pontianak Sajikan Hidangan Ala Timur Tengah

Baca: Deretan Momen Idola K-Pop Berkarakter Tsundere Tunjukkan Kepedulian pada Orang Lain, Bikin Meleleh!

"Jika info ini benar, Saya Minta Pemerintah segera menutup dan mengambil alih perusahaan tersebut," kata Gidot, Selasa (02/07/2019).

Bupati Bengkayang dua periode ini pun meminta agar penanam modal asing diperketat guna menjaga keutuhan NKRI.

"Kita meminta semua penanaman modal asing diperketat guna menjaga keutuhan NKRI, sebab kalau tidak akibatnya berbahaya bagi persatuan dan kesatuan RI," pungkasnya

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved