Hadiri Fasilitas FKUB, Ini Pesan Penting Bakesbangpol Kalbar

Kepala Bakesbangpol Provinsi Kalbar Alexander Rombongan menyatakan, kegiatan fasilitas forum kerukunan umat beragama Provinsi Kalbar

Hadiri Fasilitas FKUB, Ini Pesan Penting Bakesbangpol Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero saat membuka acara fasilitas forum kerukunan umat beragama (FKUB) Provinsi Kalbar tahun 2019 di Kabupaten Kapuas Hulu, di Aula BPD Bank Kalbar Cabang Putussibau, Selasa (2/7/2019). 

Hadiri Fasilitas FKUB, Ini Pesan Penting Bakesbangpol Kalbar

KAPUAS HULU - Kepala Bakesbangpol Provinsi Kalbar Alexander Rombongan menyatakan, kegiatan fasilitas forum kerukunan umat beragama Provinsi Kalbar tahun 2019 ini sangat penting, karena FKUB sebagai wadah berkumpul tokoh agama untuk bekerjasama meningkatkan kerukunan.

"Kalbar etnisnya cukup lengkap, ada enam agama resmi. Oleh karena itu peran FKUB penting untuk persatuan dan keutuhan NKRI," ujarnya kepada wartawan, di Aula BPD Bank Kalbar Cabang Putussibau, Selasa (2/7/2019).

Maka dengan ini, Alexander Rombongan mengimbau kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu atau masyarakat Kalbar, untuk selalu menjaga kerukunan umat beragama di Provinsi Kalbar.

Baca: PCNU Ketapang Minta Tempat Prostitusi Dibubarkan, Begini Tanggapan Bupati Ketapang

Baca: Pernikahan Sedarah, Kisah Pria Beristri Nikahi Adik Kandungnya di Perantauan Kalimantan!

Baca: Kuasa Hukum PKS Optimis Menang di MK

"Apa lagi tahun 2020 Kapuas Hulu akan kembali mengelar pesta demokrasi (Pilkada) pada tahun 2020. FKUB harus selalu menjaga rasa persatuan pada momen itu. Dimana Kapuas Hulu cukup rawan penyelenggaraan pemilu kada 2020," ucapnya.

Menurutnya, saat Pilkada pilkadaterbentukterbentuk polarisasi kelompok, disintergralisasi membuat persatuan tidak ada apa-apanya. "Sebab itu saya ajak semuanya jaga rasa persaudaraan, agama boleh beda, tapi kita satu dalam kedaulatan NKRI, semboyan bhineka tunggal ika," ujarnya.

Alexandre menuturkan, banyak negara hancur karena perbedaan. "Kita ada kekuatan untuk merekat itu ada pancasila dan bhineka tunggal ika. Perbedaan biar tetap ada, tapi ini dianggap sebagai kekayaan yang kita jaga bersama," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved