Bupati Sambas: Harganas Gelorakan Sosialisasikan Ketahanan Keluarga

Hari Keluarga Nasional (Harganas) ditetapkan 29 Juni sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia No 39 Tahun 2014. Dan Tahun 2019

Bupati Sambas: Harganas Gelorakan Sosialisasikan Ketahanan Keluarga
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pelaksanaan peringatan Hari Keluarga Nasional 2019, di Halaman Kantor Bupati Sambas, Selasa (2/7/2019). 

Bupati Sambas: Harganas Gelorakan Sosialisasikan Ketahanan Keluarga

SAMBAS - Hari Keluarga Nasional (Harganas) ditetapkan 29 Juni sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia No 39 Tahun 2014. Dan Tahun 2019 merupakan peringatan Hari Keluarga Nasional ke-26.

Dalam peringatan Harganas, Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili, dalam sambutannya menyampaikan peringatan Harganas 2019 di merupakan ajang ubtum menggelorakan dan mensosialisasikan program pembangunan keluarga, dalam rangka mewujudkan bangsa Indonesia yang berkarakter dan sejahtera.

Dikatakan Atbah, pada Harganas 2019 terdapat empat konsep pendekatan ketahanan keluarga.

"Peringatan Harganas tahun 2019 merefleksikan empat konsep pendekatan ketahanan keluarga. Yaitu keluarga berkumpul, keluarga berinteraksi, keluarga berdaya serta keluarga peduli dan berbagi," ujarnya, Selasa (2/7/2019).

Baca: Tak Ada Gugatan DPRD Kabupaten, KPU Landak akan Lanjutkan ke Penetapan

Baca: Perwakilan 2 Ribu Petani Plasma Kubu Raya Datangai Kantor DPRD, Sampaikan Aspirasi

Empat konsep itu, kata Atbah akan bermanfaat dalam menghadapi era 4.0, yakni agar keluarga tetap memiliki ketahanan.

Karena pada Era 4.0 sebut Bupati, lebih memiliki kerentanan dalam pertahanan keluarga.

"Karena pada era 4.0 pemanfaatan teknologi lebih dikedepankan, sehingga hal ini lebih cenderung mengurangi interaksi langsung antar anggota keluarga," jelasnya.

Keluarga, jelas Atbah merupakan unit terkecil dalam masyarakat, yang berperan penting untuk membentuk karakter dan menentukan kualitas bangsa.

Keluarga juga turut berperan sebagai lingkungan pertama dan utama dalam pembinaan tumbuh kembang, serta menanamkan nilai-nilai moral dan pembentukan kepribadian individu.

"Keluarga merupakan pondasi dalam menopang berkembangnya sebuah bangsa. Pondasi yang kuat harus dimiliki dan berawal dari keluarga keluarga yang berkualitas dan tangguh," ungkapnya.

Karena dari lingkungan keluarga, akan menciptakan ketahanan nasional yang berdampak pada persatuan dan kesatuan bangsa.

Oleh karenanya, Atbah meminta agar keluarga juga berperan sebagai tempat penyemaian pertama nilai nilai aspek kehidupan.

"Sebagai unit terkecil sosial terkecil dalam masyarakat, keluarga harus memiliki kekuatan dan ketahanan. Sehingga dapat membentuk masyarakat yang kuat dalam menghadapi segala permasalahan dan tantangan yang ada," tutupnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved