JaDI Kalbar Dorong Keterlibatan Perempuan Maju di Pemilu, Terutama Jelang Pilkada 2020

Ketua Presedium JaDI Kalbar, Umi Rifdiawaty mendorong keterlibatan perempuan dalam pelaksanaan pemilu baik legislatif maupun kepala daerah

JaDI Kalbar Dorong Keterlibatan Perempuan Maju di Pemilu, Terutama Jelang Pilkada 2020
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HAMDAN DARSANI
Presidium JaDI Kalbar Umi Rifdiyawati 

JaDI Kalbar Dorong Keterlibatan Perempuan Maju di Pemilu, Terutama Jelang Pilkada 2020

PONTIANAK - Ketua Presedium JaDI Kalbar, Umi Rifdiawaty mendorong keterlibatan perempuan dalam pelaksanaan pemilu baik legislatif maupun kepala daerah.

Terutama Kalbar, yang ada tahun 2020 akan melaksanakan pilkada di 7 kabupaten.

"Tentu JaDI mendorong perempuan-perempuan yang potensial untuk menjadi pemimpin di daerah ikut dalam kontestasi politik baik di legislatif maupun eksekutif pada level daerah," katanya, Senin (01/07/2019).

Menurutnya, perlu upaya dan kesadaran yang dari banyak pihak terutama partai politik, karena yang mempunyai otoritas untuk mencalonkan ada di partai politik.

"Kedepan diharapkan ada regulasi yang lebih berpihak pada partisipasi politik perempuan, misalnya dengan memberikan insentif bagi partai politik yang mencalonkan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, kedua dua atau salah satu calon dari pasangan yang dicalonkan tersebut adalah perempuan maka syarat pencalonannya dipermudah dengan pengurangan persentase jumlah kursi sebagai syarat pencalonan dibandingkan dengan parpol yang mencalonakan kedua paslonnya laki-laki," tuturnya.

Baca: 3 Bulan Target Hafal 500 Hadis, Ini Kiat Peserta Kafilah Jawa Barat

Baca: Ini Tanggapan DPRD Kabupaten Sambas, Atas Kasus Pencurian dengan Kekerasan

Baca: Kapuas Hulu Ikut Pesparawi Tingkat Provinsi di Ketapang

Demikian juga, lanjutnya, dari jalur perseorangan persentase jumlah dukungan yang menjadi syarat pencalonannya juga dikurangi.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini kondisi perpolitikan kita terkesan memerlukan biaya yang tinggi, politik tanpa mahar yang dicita citakan masih jauh dari harapan.

Di satu sisi keterlibatan perempuan dalam politik adalah sebuah keniscayaan, sementara disisi lain akses kaum perempuan masih sangat terbatas baik dari segi pilitik maupun ekonomi. Untuk itu, kata dia, perlu komitmen dan dukungan dari semua pihak.

"Mengapa peran perempuan penting dalam politik karena perempuan yang mengerti tentang kebutuhan perempuan dan apa kebutuhan masyarakat secara umum," pungkasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved