Dalam Empat Tahun, PLN Sumbang Kontribusi Fiskal Rp 307,4 Triliun

Memang Laba Bersih 2018 sebesar Rp. 11,6 triliun mengalami peningkatan sebesar 162 persen dibanding Laba Bersih 2017 yang mencapai Rp 4,4 triliun.

Dalam Empat Tahun, PLN Sumbang Kontribusi Fiskal Rp 307,4 Triliun
DOK/PLN UIW Kalbar
Petugas PLN memeriksa meteran listrik milik konsumen. 

Dalam Empat Tahun, PLN Sumbang Kontribusi Fiskal Rp 307,4 Triliun

JAKARTA - Selama 2014-2018, PLN berhasil memberikan kontribusi fiskal kepada negara sebesar Rp. 307,4 triliun, yang terdiri dari peningkatan pajak dan dividen sebesar Rp122,4 triliun dan penghematan subsidi sebesar Rp 183,9 triliun.

Satu di antara media online menurunkan reportase pada 26 Juni 2019, dengan judul “Pemerintah Isyaratkan 'Capek' Beri Kompensasi ke PLN”, sehingga pemerintah berencana memangkas pembayaran kompensasi listrik ke PLN.

Baca: Inilah Lambang Kabupaten Landak Beserta Arti dan Maknanya

Baca: Arti dan Makna Lambang Kabupaten Melawi

Baca: Ungkap Ratusan Kasus Selama Operasi Pekat Kapuas 2019, Ini Tanggapan Warga Mempawah

Reportase itu mengutip pernyataan dari Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara yang mengatakan bahwa pemangkasan kompensasi listrik itu diperlukan untuk mengurangi beban keuangan negara.

Hanya, alasan yang dikemukakan Suahasil adalah adanya peningkatan nilai subsidi dari tahun ke tahun, bukan peningkatan nilai kompensasi. Lebih lanjut Ketua BKF mengatakan bahwa sejak 2016 pembayaran subsidi listrik realisasinya selalu lebih tinggi dari yang dianggarkan dalam APBN.

Pengamat Ekonomi Energi dan Pertambangan Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menjelaskan kendati antara kompensasi dan subsidi serupa, tetapi sesungguhnya berbeda. Persamaannya, kompensasi dan subsidi merupakan "cash transfer" dari Pemerintah kepada PLN lantaran adanya selisih biaya pokok penyediaan (BPP) listrik yang lebih tinggi dibanding tarif listrik ditetapkan.

"Bedanya, pemberian kompensasi diberlakukan untuk tarif semua golongan pelanggan listrik, sedangkan subsidi diberlakukan hanya untuk pelanggan listrik kategori rakyat miskin pada semua pelanggan 450 VA dan sebagian pelanggan 900 VA, yang dikategorikan rentan miskin," jelasnya.

Berdasarkan laporan keuangan PLN 2018 yang diunggah ke situs Bursa Efek Indonesia (BEI) dijelaskan bahwa pendapatan kompensasi merupakan pendapatan dari pemerintah atas penggantian BPP tenaga listrik lantaran tarif penjualan tenaga listrik lebih rendah dibandingkan BPP.

Namun, pendapatan kompensasi itu belum diperhitungkan dalam subsidi, yang diakui sebagai pendapatan kompensasi atas dasar akrual. Berdasarkan akrual basis, pendapatan kompensasi yang belum dibayarkan pemerintah dibukukan sebagai piutang dalam Laporan Neraca dan sebagai pendapatan lainnya dalam Laporan Laba Rugi tahun berjalan.

Pemberian kompensasi tarif listrik yang diterapkan sejak 2018 sebagai konsekwensi kebijakan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif semua golongan hingga akhir 2019, sehingga PLN tidak lagi memberlakukan penyesuaian tarif otomatis (automatic adjustment) sejak awal Januari 2017.

Halaman
12
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved