Buka Program Inkubator Bisnis Teknologi Finansial, Sekda Kalbar Ungkap Peluang Bisnis Digital

Sekda Kalbar AL Leysandri membuka Program Inkubator Bisnis Finansial Bank Indonesia di Aula Bank Indonesia Perwakilan Kalbar

Buka Program Inkubator Bisnis Teknologi Finansial, Sekda Kalbar Ungkap Peluang Bisnis Digital
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto bersama Program Inkubator Bisnis Finansial Bank Indonesia di Aula Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, 

Buka Program Inkubator Bisnis Teknologi Finansial, Sekda Kalbar Ungkap Peluang Bisnis Digital 

PONTIANAK - Sekda Kalbar AL Leysandri membuka Program Inkubator Bisnis Finansial Bank Indonesia di Aula Bank Indonesia Perwakilan Kalbar. Berdasarkan rilis yang dikirim Humas Pemprov Kalbar, kegiatan tersebut dilangsungkan Jumat (28/6/2019) lalu.

Sekda Kalbar AL Leysandri mengatakan, Perkembangan Teknologi dan Infomasi ke arah serba digital saat ini semakin pesat, maka daerah harus berbenah disegala sektor untuk menghadapi hal tersebut.

Teknologi saat ini ditegaskannya menjadi alat yang mampu membantu sebagian besar kebutuhan manusia yang digunakan untuk mempermudah melakukan apapun tugas serta pekerjaan yang ada.

"Peran penting teknologi inilah yang membawa peradaban manusia memasuki era digital." kata AL Leysandri dihadapan audiens berdasarkan rilis Humas Pemprov Kalbar.

Dijelaskannya, menurut laporan Mckinsey yang dirilis pada Agustus 2018, bahwa ekonomi digital telah memberikan kontribusi 10 persen terhadap PDB dan membuka 3,7 juta peluang lapangan kerja di Indonesia.

McKinsey juga memproyeksikan pasar e-commerce Indonesia tahun 2022 akan tumbuh menjadi 55 miliar dollar AS hingga 65 miliar dollar AS atau Rp 808 triliun hingga Rp 955 triliun, hal ini menyerupai dengan pertumbuhan yang dialami China dari tahun 2010 hingga 2015 yang berdasar kepada penetrasi e-tailing (Electronic Retailing), PDB per Kapita.

Menurut laporan tersebut, terdapat (5) lima faktor yang mendukung pertumbuhan e-commerce berkembang pesat di Indonesia. Mulai dari pengguna smartphone yang semakin banyak, konsumen muda yang cerdas secara digital, meningkatnya partisipasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam pasar online, pertumbuhan investasi dalam e-commerce. Serta Kebijakan Pemerintah Indonesia yang mendukung pasar e-commerce.

"Memperhatikan kondisi saat ini, saya prediksikan bahwa, pada tahun 2022, 30 persen dari aktivitas tersebut akan melibatkan konsumen baru kurang lebih mendekati 30 juta tenaga kerja. Berdasarkan data yang ada, bahwa 130 juta penduduk Indonesia merupakan pengguna media sosial aktif seperti facebook, twitter, Instagram, line dan youtube yang rata-rata didominasi kaum muda," jelasnya.

Indonesia saat ini memiliki ekosistem digital yang berkembang mulai dari e-commerce, n'de hailing, distribusi media, hingga layanan keuangan. Indonesia telah memiliki startup teknologi bernilai miliaran dolar di Asia Tenggara yakni seperti Bukalapak, Go-jek, Tokopedia, dan Traveloka.

Baca: Kabar Gembira, Anda Lahir 1 Juli Bisa Bikin SIM Gratis

Baca: Sambut Hari Bhayangkara je-73, Kapolres Sanggau Anjangsana ke Purnawirawan Polri

Baca: 1.500 Masyarakat Putussibau Hadiri Fun Bike dan Jalan Santai di Polres Kapuas Hulu

Penetrasi e-commerce saat ini berada di angka 74 persen dan akan meningkat menjadi 83 persen pada tahun 2022. Secara paralel, pengeluaran individu rata-rata pun akan meningkat dari 260 dollar AS per tahun menjadi 620 dollar AS per tahun karena kepercayaan konsumen yang meningkat terhadap ekosistem serta lebih banyak UMKM online dan kedepannya aneka produk akan semakin beragam dengan cakupan semakin luas dan terjangkau, serta pilihan ekpedisi yang semakin andal.

Sepuluh tahun terakhir tren inkubator bisnis semakin mengalami perkembangan. Keberadaan inkubator bisnis mendorong lahirnya wirausaha baru yang tangguh dan menjadi salah satu instrumen yang efektif dalam pengembangan UMKM.

Berdasarkan data Bulan September 2018 Kementerian Koperasi dan UMKM bahwa UMKM telah berkontribbusi sebesar 57,9 persen dari total PDB Indonesia dan menyerap tenaga kerja sebesar 1 14. 144.082 orang ekuivalen dengan 96.99 persen dari total tenaga kerja Indonesia, dan hal ini merupakan peluang dalam rangka pengembangan Program Inkubator Bisnis Teknologi Finansial di Indonesia dan Kalimantan Barat.

"Pemprov Kalbar sangat mendukung adanya Program Inkubator Bisnis Teknologi Finansial yang diinisiasi oleh Bank Indonesia, dan diharapkan para perangkat daerah terkait baik Provinsi dan Kabupaten/Kota di Kalbar dapat segera mewujudkan Program ini termasuk Perguruan Tinggi, Perbankan dan Dunia Usaha, sehingga pada akhirnya dapat mewujudkan stuktur perekonomian Kalbar yang semakin baik sebagaimana tertuang dalam Misi dan Program Pemerintah Provinsi Kalbar," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved