Bank Indonesia-IHLC Dorong Penguatan Industri Halal

Bank Indonesia berkomitmen tegas untuk mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah dengan tujuan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi

Bank Indonesia-IHLC Dorong Penguatan Industri Halal
DOK/Bank Indonesia
Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Suhaedi dan Chairman of Indonesia Halal Value Chain (IHLC), Sapta Nirwandar yang disaksikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo bertukar Nota Kesepahaman, di Jakarta, Jumat (28/6/2019). 

Bank Indonesia-IHLC Dorong Penguatan Industri Halal

JAKARTA - Bank Indonesia dan IHLC (Indonesia Halal Lifestyle Center) menyepakati penguatan Industri Halal di Indonesia melalui 5 (lima) area kerjasama. Kesepakatan dituangkan dalam Nota Kesepahaman (NK) yang ditandatangani oleh Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Suhaedi dan Chairman of Indonesia Halal Value Chain (IHLC), Sapta Nirwandar yang disaksikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo pada Jumat  (28/6/2019) di Jakarta.

Dody Budi Waluyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bank Indonesia berkomitmen tegas untuk mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah dengan tujuan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca: Sukseskan Perhelatan STQ Nasional, Ini yang Dilakukan PLN Pontianak

Baca: Akhir Pekan Ibis Pontianak Persembahkan Aladinn

"Ekosistem industri halal yang mendorong tumbuhkembang industri halal merupakan pekerjaan rumah bersama antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, perbankan dan otoritas terkait," ujarnya yang dikutip tribunpontianak.co.id, Minggu (30/6/2019).

Lima area kerjasama yang akan diwujudkan dalam penguatan Industri Halal di Indonesia, yaitu pertama, penguatan dan pengembangan kapasitas pelaku industri halal di Indonesia. Kedua, penyediaan dan perluasan pasar bagi pelaku usaha industri halal di Indonesia baik dalam maupun luar negeri.

Ketiga, pelaksanaan identifikasi dan fasilitasi dukungan penguatan sumber pembiayaan bagi para pelaku usaha industri halal di Indonesia. Keempat, penguatan kelembagaan atau asosiasi pelaku usaha industri halal di Indonesia, serta kelima, pemetaan dan identifikasi para pelaku usaha industri halal di Indonesia serta pasar atau outlet baru.

Penandatangan NK yang dilakukan pada saat kegiatan CEO Round Table Meeting, merupakan satu bentuk komitmen Bank Indonesia untuk terus mendukung dan mewujudkan rencana aksi bersama untuk pengembangan dan penguatan ekonomi syariah di Indonesia.

"Kedepan, diharapkan dengan sinergi dan kolaborasi yang dibangun serta dukungan penuh Kementrian dan Lembaga terkait lainnya, para pelaku industri, akademisi maupun masyarakat umum, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dapat lebih optimal dan berkesinambungan," sampainya.

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved