Warga Serunai Keluhkan Anjloknya Harga Padi

Memasuki masa panen padi, para petani di Kabupaten Sambas mengeluhkan anjloknya harga padi yang saat ini berada di bawah Rp 4.000/Kg

Warga Serunai Keluhkan Anjloknya Harga Padi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Rajimin saat menunjukkan hasil panennya, yang sedang di keringkan sebelum di giling 

Warga Serunai Keluhkan Anjloknya Harga Padi

SAMBAS - Memasuki masa panen padi, para petani di Kabupaten Sambas mengeluhkan anjloknya harga padi yang saat ini berada di bawah Rp 4.000/Kg.

Rajimin salah satu petani asal Desa Serunai, Kecamatan Salatiga mengatakan kondisi anjloknya harga padi saat ini berkisar kurang lebih Rp. 500-1.000/kg.

"Saat ini di saat panen raya di desa kami, begitu juga anjloknya harga padi, sebelumnya masih berada di angka Rp. 4.500, tetapi saat ini sangat anjlok sekali, hanya berada di angka Rp. 3.800," ujarnya, Jum'at (28/6/2019).

Baca: Duta Genre Kalbar, Siap Mendukung Kegiatan Positif Remaja

Baca: Kalbar 24 Jam - Mayat Pria Tergantung, Ayah Tega Aniaya Anaknya, hingga Kalbar Bangun Reaktor Nuklir

Baca: Syarif Rizki dan Radiatyl Adwaiyyah Dinobatkan Duta Genre Kalbar 2019

Rajimin menambahkan, setiap tahun kondisi anjloknya harga padi ketika panen raya seperti saat ini sering terjadi.

Ia katakan, dengan kondisi tersebut tentu petani mengeluh, karena hasil padi tersebut untuk menunjang kehidupan keluarga.

Dengan kondisi seperti ini, Rajimin berharap agar Pemda maupun pemerintah pusat bisa segera mencari solusinya.

"Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah tolonglah perhatikan nasib petani, carikanlah solusi buat petani, supaya harga hasil petani padi kami tidak di hargakan semurah saat ini," ungkapnya.

"Minimal di atas Rp 4.000 ke atas sudah aman bagi kami, tapi kalau di bawah Rp. 4000 mau makan apa kami," harap Rajimin.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved