VIDEO: Kiat Mengurus Paspor dari Raja Asal Mempawah

Pelayanan Imigrasi Klas II Singkawang kini bersifat terbuka dan transparan. Tidak ada sekat pembatas

VIDEO: Kiat Mengurus Paspor dari Raja Asal Mempawah

SINGKAWANG - Pelayanan Imigrasi Klas II Singkawang kini bersifat terbuka dan transparan. Tidak ada sekat pembatas antara petugas dengan pemohon paspor.

Imigrasi Singkawang juga menyiapkan beberapa pakaian, sepatu, sendal dan kaca mata untuk orang tua agar mempermudah ketika menulis formulir.

Tak hanya itu, Imigrasi Singkawang juga menyediakan ruang menyusui bagi ibu yang membawa balitanya. Kursi roda pun tersedia bagi mereka yang mengalami kesulitan berjalan.

Semenjak Januari 2019, Imigrasi Singkawang telah menerapkan sistem online dalam proses pengajuan pemohon paspo dengan kuota 120 pemohon dalam satu hari kerja.

Baca: VIDEO: Rakor Timpora Kabupaten Sambas

Baca: Pesan Bagi Para Pendukungnya, Prabowo : Lanjutkan Perjuangan Cita-cita Mulia, Tetap Tegar & Tenang

Baca: LIVE Streaming Africa Cup | Senegal Vs Aljazair, Saatnya Bintang Liverpool Unjuk Gigi! Sedang LIVE

Dengan sistem online sangat baik sekali dibanding dengan sistem manual karena sudah jelas siapa yang datang untuk membuat paspor.

Pemohon Paspor, Raja Fajar Ajansah (41) yang mengurus proses pemohonan merasa nyaman ketika berada di Kantor Imigrasi Singkawang.

Setelah lima tahun paspornya mati, sekarang ia mengurus kembali dan melihat ada perubahan di Imigrasi Singkawang ini.

Secara keseluruhan sudah lebih nyaman dibanding suasana lima tahun yang lalu ketika ia mengurus pembuatan paspor.

"Pelayanannya lebih tertib dibandingkan sebelumnya," katanya, Kamis (27/6/2019).

Raja tak menampik adanya kendala di dalam aplikasi. Cukup sulit ketika masuk ke aplikasinya. Namun ia secara rutin sering melihat kuota pendaftarannya sehingga bisa mengakses.

Proses awal ia masuk di dalam aplikasi pengurusan paspor online melalui aplikasi di Android. Lalu masuk mendaftar dulu seperti buat Facebook atau media sosial lainnya.

Lalu memilih tanggal dimana kuota yang kosong dan menyesuaikan jadwal izin kantor. Setelah memilih tanggal, akan diberikan semacam barcode untuk pengurusan di Kantor Imigrasi.

"Saya urus untuk berobat dan Insha Allah nanti mau mengurus untuk umroh," kata pria dari Kabupaten Mempawah ini.

Simak videonya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved