Tahun ke-2 Inkubbi Fintech, BI Dorong UMKM Masuk Marketplace

Menurutnya, kali ini pada Kurikulum Inkubbi Fintech akan menekankan agar peserta bisa menjual produknya ke dalam marketplace.

Tahun ke-2 Inkubbi Fintech, BI Dorong UMKM Masuk Marketplace
TRIBUN PONTIANAK/ NINA SORAYA
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar bersama Sekda Kalbar berfoto bersama peserta Inkubbi Fintech 2019 usai peluncuran program Inkubator Bisnis di Aula Kantor Bank Indonesia, Jumat (28/6/2019), 

Tahun ke-2 Inkubbi Fintech, BI Dorong UMKM Masuk Marketplace

PONTIANAK - Bank Indonesia kembali meluncurkan Program Inkubator BisnisTeknologi Finansial 2019, di Aula Bank Indonesia kalbar, Jumat (28/6/2019). Di tahun keduanya Inkubbi akan diikuti oleh 21 peserta.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Prijono, menjelaskan di tahun ke-2 Inkubbi Fintech ini dari jumlah peserta lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. “Lebih baik sedikit tapi hasilnya cantik,” kata Prijono saat memberikan sambutan.

Baca: Bank Indonesia Berikan 100 Beasiswa bagi Mahasiwa Kalbar

Baca: Siapkan 2900 Titik, Bank Indonesia Imbau Masyarakat Tukar Uang di Tempat Penukaran Resmi

Menurutnya, kali ini pada Kurikulum Inkubbi Fintech akan menekankan agar peserta bisa menjual produknya ke dalam marketplace. “Akan kita dorong mereka (UMKM) masuk ke marketplace,” ujarnya.

Selain itu, peserta Inkubbi akan dikenalkan pada Fintech Lending atau lembaga yang memberikan pinjaman modal. Oleh karena akses pembiayaan tidak hanya dari perbankan.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekda Kalbar Al Leysandri serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar Basri Har.

Prijono menyampaikan kehadiran program Inkubbi Fintech adalah upaya nyata yang diberikan agar peran UMKM semakin meningkat dan berkontribusi dalam perekonomian. Hal ini berdasarkan keprihatinan bahwa Indonesia lebih banyak membeli daripada menjual.

“Harapannya UMKM bisa membalikkan keadaan. Untuk pelaku UMKM yang akan ikut sudah mengikuti seleksi sehingga 21 peserta ini yang kita harapkan juga bisa naik kelas,” katanya.

Untuk tahun sebelumnya, peserta Inkubbi Fintech tetap akan dipantau oleh Bank Indonesia. Jika ada kendala, maka mereka masih bisa berkonsultasi dengan coach yang telah BI tunjuk.

“BI juga selalu mengikuti dalam setiap event yang diadakan seperti Pameran Karya Kreatif BI,” ujarnya.

Dia juga mengharapkan UMKM di era 4.0 saling berkolaborasi bukan bersaing untuk saling mematikan.

Sekda Kalbar, Al Leysandri, menyebutkan UMKM berkontribusi 57 persen dalam PDRB Indonesia dan telah berhasil menyerap 114 ribu pekerja pada periode September 2018.

“Industri e-commerce dunia juga terus berkembang, termasuk di Indonesia. Masing-masing platform belanja online berlomba-lomba memberikan berbagai promo menarik serta inovasi yang memanjakan penggunanya. Jadi sekarang ini sudah go online, maka UMKM kita di sini juga harus go online,” sampainya.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved