Persingkat Proses Administrasi KLL Peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan Luncurkan Baru “INSIDEN"

Dalam rangka menyederhanakan proses penjaminan Kecelakaan Lalu Lintas (KLL), BPJS Kesehatan

Persingkat Proses Administrasi KLL Peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan Luncurkan Baru  “INSIDEN
Tribunpontianak/istimewa
BPJS Kesehatan luncurkan inovasi baru insiden 

Persingkat Proses Administrasi KLL Peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan Luncurkan Baru  “INSIDEN"

PONTIANAK – Dalam rangka menyederhanakan proses penjaminan Kecelakaan Lalu Lintas (KLL), BPJS Kesehatan mengeluarkan sebuah aplikasi Insiden (Integrated System For Traffic Accidents), jika sebelumnya administrasi penjaminan untuk Korban KLL dilakukan secara manual, kini dengan aplikasi Insiden dipermudah dengan sistem elektronik.

Untuk lebih memaksimalkan pemanfaatan dan penggunaan Aplikasi Insiden ini, BPJS Kesehatan Cabang Potianak menggelar sosialisasi kepada seluruh Direktur dan PIC rumah sakit yang bekerjasama.

Kegiatan sosialisasi yang digelar pada Kamis (27/6) ini juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Ketua Badan Pengawas Rumah Sakit Kalimantan Barat, serta PT Jasa Raharja (Persero) Kalimantan Barat.

Baca: Pedagang Rangge Sentap Tagih Janji, Sekda Perintahkan Tempati Kios 2019

Baca: Terlihat Selalu Akur, Raffi Ahmad Curhat Setiap Hari Nagita Slavina Bikin Marah

Baca: Gidot Persilakan Kader Maju Pilkada 2020, Tanto Siap di Sekadau, Erma Sudah Diminta di Bengkayang

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pontianak Gerry Adhikusuma menjelaskan, kini peserta BPJS Kesehatan tidak perlu bingung ketika mengurus administrasi untuk penjaminan Korban Kecelakaan lalu Lintas.

“Aplikasi Insiden merupakan sebuah inovasi sistematis yang isinya koordinasi manfaat antara BPJS Kesehatan dengan PT Jasa Raharja terkait proses penjaminan terhadap Korban Kecelakaan Lalu Lintas. Jika dulunya peserta atau keluarga dari korban KLL harus melakukan pengurusan administrasi dengan mendatangi kantor BPJS Kesehatan maupun kantor Jasa Raharja, kini dengan aplikasi Insiden hal tersebut tidak perlu dilakukan,” jelas Gerry.

Aplikasi Insiden memudahkan koordinasi bagi rumah sakit yang menangani korban dugaan kasus KLL.

Setelah  rumahsakit mengirimkan laporan dugaan kasus KLL melalui fitur aplikasi Vclaim, maka secara otomatis laporan tersebut akan diterima oleh PT Jasa Raharja yang akan segera di respon oleh petugas lapangan. Dalam hal ini PT Jasa Raharja membutuhkan Laporan Kepolisian (LP) sebagai dasar pemberian respon penjaminan.

Setelah mendapatkan LP, Jasa Raharja akan memberikan kesimpulan akhir secara elektronik, dengan demikian Rumah Sakit dan BPJS Kesehatan juga dipermudah untuk mendapatkan informasi secara realtime dan transparan.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harrison sangat mengapresiasi inovasi aplikasi Insiden ini. Menurutnya, untuk urusan pelayanan kesehatan masyarakat harus dipermudah.

“Saya diberikan tugas oleh pak Gubernur Kalimantan Barat untuk membuat pelayanan kesehatan yang ada di Kalimantan Barat ini senyaman dan semudah mungkin bagi masyarakat. Inovasi dan kerjasama dari seluruh jajaran sangat diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut. Apalagi untuk pelayanan terhadap Korban KLL, orang yang datang ke rumah sakit dengan kasus KLL pasti dalam kondisi panik, belum lagi jika harus mengurusi administrasi kesana kemari. Inovasi aplikasi insiden ini merupakan langkah awal yang baik untuk menjadikan pelayanan kesehatan di Kalimantan Barat menjadi mudah dan nyaman. Sebagai pelayan masyarakat saya harapkan seluruh jajaran terutama dalam bidang kesehatan saling bahu-membahu menjadikan pelayanan kesehatan di Kalimantan Barat menjadi semakin lebih baik,” tutup Harrison.

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved