Pemprov akan Suntikan Rp250 M ke Bank Kalbar, Pengamat Sarankan Pertimbangkan Cost and Benefit

Dalam menyertakan modal ini perlu dilihat ekonomi makro dan pertimbangan lainnya dalam pengambilan keputusan.

Pemprov akan Suntikan Rp250 M ke Bank Kalbar, Pengamat Sarankan Pertimbangkan Cost and Benefit
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Pengamat Ekonomi dan Keuangan Untan, M Fahmi. 

Pemprov akan Suntikan Rp250 M ke Bank Kalbar, Pengamat Pertimbangkan Cost and Benefit

PONTIANAK -  Wacana penyertaan modal yang dilakukan oleh Pemprov Kalbar dengan besaran Rp250 miliar pada Bank Kalbar mendapat tanggapan dari pengamat ekonomi Untan, M Fahmi.

"Kalau menurut saya  harus melihat dihujungnya, bahwa fungsi dari Bank Kalbar ini bukan sekedar mengurus simpan pinjam saja," terang Fahmi, Jumat (28/6/2019).

Namun Bank Kalbar ini juga mempunyai peranan dan  berfungsi melakukan pembangunan dimasyarakat.

Nah kalau diujungnya itu atau rootmap serta perencanaannya sudah memberikan gambaran dan impact yang besar setelah adanya penambahan modal maka perhitungan cost and benefit menjadi penting.

"Kalau cost lebih besar maka jangan dilakukan, namun apabila sudah diperhitungkan akan membawa benefit lebih baik maka lakukan," tambah Fahmi.

Baca: Pekerja Perbaiki Jembatan Kapuas 2 yang Tertubruk Konteiner, Ini Pemaparan Kabid Bina Marga

Baca: Sampan Kato Ditemukan, Berikut Penjelasan Kasrem 121/ABW

Dalam menyertakan modal ini perlu dilihat ekonomi makro dan pertimbangan lainnya dalam pengambilan keputusan.

Kemudian apabila dengan Rp250 miliar itu memberikan triger yang luar biasa terhadap bisnis bank maupun impact pada pembangunan masyarakat saya pikir patut dipertimbangkan. Maka hitungannya memang pada cost and benefit.

Kemudian melihat persaingan pada perbankan saat ini, balik-balik lagi pada inovasi yang dilakukan pihak pengelola.

"Dengan kondisi yang turbulance saat ini dimana kondisi betul-betul berselancar  maka kreatifitas dan inovasi dari pengelola memang dituntut," jelas Fahmi lagi.

Bank Kalbar mempunyai pangsa pasar yang khusus, begitu juga bank lainnya. Bank Kalbar sebagai bank milik  daerah, tentunya daerah ingin dia maju.

"Tapi ingat kalau mau jor-joran dalam menambah modal maka ada pihak penawas dari OJK dan Bank Indonesia yang mengawasi sehingga semua akan diawasi agar tetap sehat," tukas Fahmi.
 

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved