Mohlis Saka Menilai Penerapan Sistem Zonasi di PPDB Terkesan Tergesa-gesa dan Tak Tepat Sasaran

Belum lagi kata dia, Kecamatan lain, dimana Kabupaten Mempawah ada sembilan Kecamatan tidak semua memiliki Sekolah Menangah Tingkat Atas alias SMA

Mohlis Saka Menilai Penerapan Sistem Zonasi di PPDB Terkesan Tergesa-gesa dan Tak Tepat Sasaran
IST
Tokoh Pemuda Mempawah Mohlis Saka 

Mohlis Saka Menilai Penerapan Sistem Zonasi di PPDB Terkesan Tergesa-gesa dan Tak Tepat Sasaran

MEMPAWAH - Tokoh masyarakat Kabupaten Mempawah, Mohlis Saka secara gamblang menyampaikan bahwa ia menolak aturan sistem zonasi yang diterapkan oleh pemerintah, menurutnya pemerintah gerasah-gerusuh dalam menerapkan aturan zonasi tersebut.

"Intinya saya menolak sistem zonasi Kemendikbud yang 'grasak grusuk' dan tak tepat, karena tidak semua Kabupaten/ Kota dan Provinsi sama, memiliki sekolah di setiap Kecamatan," ujarnya, Jumat (28/6/2019).

Sebagai contoh, di Kabupaten Mempawah, Kecamatan Mempawah Timur cuma ada SMK Pertanian, apakah mampu menampung semua lulusan SMP se-Kecamatan Mempawah Timur, kata dia.

"Ditambah lagi tidak semua siswa-siswi SMO se-Kecamatan Mempawah Timur mau melanjutkan di SMK. Maka solusi terbaik pembangunan sekolah secara merata disetiap Kecamatan dan tenaga guru yang memadai," tuturnya.

Baca: Rektor IKIP PGRI Pontianak Nilai Sistem Zonasi di PPDB Dapat Berdampak Negatif, Berikut Analisanya

Baca: Kepala SMPN 26 Pontianak Timur Siap Laksanakan PPDB

Belum lagi kata dia, Kecamatan lain, dimana Kabupaten Mempawah ada sembilan Kecamatan tidak semua memiliki Sekolah Menangah Tingkat Atas.

"Ini bisa membuat siswa-siswi putus sekolah, apakah ini mau pemerintah, sementara maju suatu daerah dasar nya IPM, dan IPM itu naik melalui pendidikan salah satu item penilaiannya," ungkap Mohlis.

Belum lagi kata dia, psikologis anak muda itu rata rata labil, dikarenakan usia muda mereka, jika zonasi ini membuat harapan dan cita-cita mereka pupus bisa saja berdampak buruk.

Baca: PPDB Sistem Zonasi, Bapemperda Pontianak Desak Pemkot Alokasikan Anggaran Tingkatkan Sekolah Swasta

Baca: Kisruh Penerapan Sistem Zonasi PPDB, Sutarmidji Keluarkan Kebijakan Khusus

"Apa guna ada nya ujian akhir sekolah yang mereka lakukan guna mengejar prestasi tinggi jika pada akhir nya target masuk sekolah harapan mereka terzolimi karena aturan zonasi yang menurut saya tidak tepat dan tergesa gesah," ujarnya.

Mohlis menilai, zonasi harus disertai pemerataan infrastruktur sekolah yang memadai disetiap wilayah dan tenaga guru yang merata pula.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved