Lazismu Kalbar Salurkan Fidyah ke Pemulung

Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah Kalimantan Barat (Lazismu Kalbar) kembali menyalurkan fidyah

Penulis: Syahroni | Editor: Maskartini
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
pembagian fidiah pada pemulung. 

Lazismu Kalbar Salurkan Fidyah ke Pemulung

Citizen Reporter Mahasiswa PKL FEBI IAIN Pontianak Lazismu Kalbar, Juharis

PONTIANAK - Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah Kalimantan Barat (Lazismu Kalbar) kembali menyalurkan fidyah kepada mustahik atau penerima manfaat.

Kesempatan kali ini, Lazismu bersama mahasiswa Praktik Kuliah Lapangan (PKL) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak memberikan makanan kepada pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rasau Jaya pada Hari Kamis (27/6).

Pembagian fidiah ini merupakan bagian dari salah satu program Lazismu Kalbar. Atas kepercayaan muzaki, Lazismu diamanahkan membagikan fidiah kepada mustahik yang ada di Pontianak, Rasau Jaya, dan sekitarnya.

Di TPA Rasau Jaya sendiri, ada sekitar 42 pemulung yang menerima makanan (nasi kotak). Berdasarkan pengamatan langsung, terlihat beberapa pemulung menetap di sekitar tumpukan sampah yang menggunung. Di antara lalat-lalat yang berterbangan dan semerbak bau busuk sampah, sama sekali bukan menjadi penghalang.

Baca: TERPOPULER - Ayah Aniaya Anak, Kabar Pelawak Tessy, hingga Song Hye Kyo Digugat Cerai Song Joong Ki

Baca: Kapolsek Meliau Buka Turnamen Gaple Sambut Hut Bhayangkara ke-73

Baca: RAMALAN SHIO Jumat 28 Juni 2019, Shio Tikus: Fokus Pada yang Ada, Shio Naga: Terpesona Ide

Melihat kedatangan para relawan Lazismu Kalbar ini, mereka sangat bergembira dan banyak mengucapkan terima kasih. Tepat di tengah hari, para relawan datang di pemukiman dan membagikan nasi kotak. Di tengah terik panas matahari menyusup awan, para pemulung berbaris rapi. Berduyun-duyun mereka mengantri mengambil jatah nasi kotak untuk makan siang.

Muhamad Rahadi, mahasiswa PKL, mengungkapkan kegembiraannya. Ia merasa banyak menerima pelajaran selama mengikuti program-program yang dicanangkan Lazismu.

"Saya senang sekali bisa PKL di sini. Saya jadi tahu bahwa banyak orang-orang yang tidak mampu dan layak dibantu. Saya pun lebih paham arti syukur. Sungguh, ini pengalaman yang berharga." Tuturnya terharu.

Hal senada juga diungkapkan Kevin Sukarno, Mahasiswa Ekonomi Islam ini amat berterima kasih kepada Lazismu Kalbar sebab telah memberikan ruang untuk turut serta ke lapangan di hampir semua program kerja lembaga amal ini.

"Terima kasih Lazismu Kalbar atas kesempatannya. Banyak pelajaran yang kami dapatkan." Ungkapnya semringah.

Di lain sisi, pemandangan sampah yang menggunung sudah seharusnya mendapat perhatian khusus dari pihak terkait. Jangan sampai keberadaan TPA ini mencemari lingkungan sekitar dan menimbulkan iklim yang kurang sehat.

Keberadaan pemulung dalam hal ini menjadi sangat penting. Bayangkan saja jika tanpa mereka, barangkali TPA bakal merambat ke berbagai penjuru desa. Syukur-syukur tidak dinamai Desa Pembuangan Akhir (DPA) oleh Pak Muda.

Dari sini sudah selayaknya pemulung dihargai, bila perlu disantuni. Karena mereka semua adalah saudara setanah air, seiman, dan paling penting ialah semakhluk. Karena pemulung pula adalah pahlawan kesehatan bangsa tanpa tanda jasa.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved