Buka Program Inkubator Bisnis Finansial BI, AL Leysandri Paparkan Pentingnya Teknologi Era Digital

"Peran penting teknologi inilah yang membawa peradaban manusia memasuki era digital." kata AL Leysandri saat membuka acara.

Buka Program Inkubator Bisnis Finansial BI, AL Leysandri Paparkan Pentingnya Teknologi Era Digital - al-leysandri-12.jpg
Istimewa/Humas Pemprov Kalbar
Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar AL Leysandri membuka Program Inkubator Bisnis Finansial Bank Indonesia (BI) di Aula Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, Jumat (28/06/2019).
Buka Program Inkubator Bisnis Finansial BI, AL Leysandri Paparkan Pentingnya Teknologi Era Digital - al-leysandri-13.jpg
Istimewa/Humas Pemprov Kalbar
Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar AL Leysandri membuka Program Inkubator Bisnis Finansial Bank Indonesia (BI) di Aula Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, Jumat (28/06/2019).

Citizen Reporter,

Humas Pemprov Kalbar, Rinto 

Buka Program Inkubator Bisnis Finansial BI, AL Leysandri Paparkan Pentingnya Teknologi Era Digital

PONTIANAK - Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar AL Leysandri membuka Program Inkubator Bisnis Finansial Bank Indonesia (BI) di Aula Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, Jumat (28/06/2019).

Sekda Kalbar AL Leysandri mengatakan perkembangan teknologi dan infomasi ke arah serba digital saat ini semakin pesat.

Teknologi menjadi alat yang mampu membantu sebagian besar kebutuhan manusia dan telah digunakan untuk mempermudah melakukan apapun tugas serta pekerjaan.

"Peran penting teknologi inilah yang membawa peradaban manusia memasuki era digital." kata AL Leysandri saat membuka acara.

Baca: Polda Kalbar Ungkap Ribuan Kasus Selama Operasi Pekat Kapuas 2019, Tangkap 1.687 Orang

Baca: Polsek Ngabang Tangkap Spesialis Pembobol Rumah, Ini Orangnya

Menurut laporan Mckinsey yang dirilis pada Agustus 2018, Al Leysandri menerangkan ekonomi digital telah memberikan kontribusi 10 persen terhadap PDB dan membuka 3,7 juta peluang lapangan kerja di Indonesia.

McKinsey juga memproyeksikan pasar e-commerce Indonesia tahun 2022 akan tumbuh menjadi 55 Miliar Dollar AS hingga 65 Miliar Dollar AS atau Rp 808 Triliun hingga Rp 955 Triliun.

Hal ini menyerupai dengan pertumbuhan yang dialami China dari tahun 2010 hingga 2015 yang berdasarkan kepada Penetrasi e-tailing (Electronic Retailing), Pendapatan Domestik Bruto (PDB) per Kapita, penetrasi internet, belanja ritel dan urbanisasi.

Halaman
123
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved