Breaking News:

Rencana Pemerintah Larang Budidaya, Petani Daun Kratom Sedih

Sementara untuk saat ini, daun kratom adalah mata pencaharian masyarakat Kapuas Hulu, setelah harga getah karet jauh dari harapan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SAHIRUL HAKIM
Daun Kratom di Kecamatan Putussibau Selatan, para petani mulai sedih adanya rencana pemerintah melarang budi daya. 

"Penghasilan hanya untuk makan sehari, tidak ada lagi bagi kami bisa menabung dan menyekolahkan anak hingga ke perguruan tinggi," ungkapnya.

Baca: Mahfud MD Buka-bukaan Tolak Jadi Tim Hukum Prabowo di MK, Mau Dibayar Berapapun Nggak Mau

Baca: Polres Bengkayang Beri Bantuan Sembako dan Uang Tunai pada Korban Kebakaran

Seorang Pemuda Kapuas Hulu Jalaluddin menyatakan, kalau dirinya sangat menyayangkan sikap Pemerintah yang ingin melarang masyarakat membudidayakan daun kratom.

"Tidak sedikit masyarakat Kapuas Hulu, yang matapencaharian adalah daun kratom," ujarnya kepada Tribun.

Jalaluddin menuturkan, kalau memang daun kratom mengandung zat berjenis Narkoba mengapa tidak dari dulu di keluarkan RUU.

"Saya kuatir kalau ini sengaja ditutup oleh mereka, hingga tidak sedikit masyarakat hilang matapencaharian. Ditambah matapencaharian masih sulit," ucapnya.

Menurutnya, apabila pemerintah betul-betul menghentikan masyarakat membudidayakan daun kratom, sama aja membunuh masyarakat itu sendiri dengan cara tidak langsung.

"Saya sangat berharap Pemerintah daerah mendukung untuk melegalkan daun  kratom," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved