Razia Pekat di Sanggau, Petugas Amankan Tiga Pasangan Bukan Suami Istri

Kesepuluh orang yang diamankan tersebut, langsung dibawa ke Kantor Sat Pol PP guna dilakukan pendataan dan diberikan pembinaan.

Razia Pekat di Sanggau, Petugas Amankan Tiga Pasangan Bukan Suami Istri
ISTIMEWA
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sanggau berkerjasama dengan Polres Sanggau, Kodim 1204/Sanggau, PM, dan BNNK Sanggau saat menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat) ke sejumlah hotel, penginapan dan kos -di Kota Sanggau, Rabu (26/6/2019) malam. 

Razia Pekat di Sanggau, Petugas Amankan Tiga Pasangan Bukan Suami Istri

SANGGAU - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sanggau berkerjasama dengan Polres Sanggau, Kodim 1204/Sanggau, PM, dan BNNK Sanggau kembali menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat) ke sejumlah hotel, penginapan dan kos -di Kota Sanggau, Rabu (26/6/2019) malam.

Razia dipimpin langsung Kasat Pol PP Sanggau Viktorianus didampingi penyidik PPNS yang juga Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Sat Pol PP Sanggau, Wendi Very Nanda.

Dari sejumlah hotel, penginapan dan kos-kosan yang disisir, petugas mengamankan 10 orang yang diduga melakukan pelanggaran peraturan daerah tentang ketertiban umum (tibum).

"Kita amankan sepuluh orang. Dari sepuluh orang itu, Tiga pasangan tanpa ikatan suami istri yang berada dalam satu kamar atau ruangan kita amankan dan dari tiga pasangan yang kita amamkan itu masih dibawah umur,"kata Kasat Pol PP Sanggau melalui Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Sat Pol PP Sanggau, Wendi Very Nanda Kamis (27/6/2019).

Baca: Ketua TP PKK Kabupaten Sanggau Sikapi Kasus Ayah Tega Aniaya Anaknya Hingga Tewas

Baca: Ayah di Sanggau Habisi Anaknya Berusia 2 Tahun, Ini Kesaksian Tetangga

Dikatakanya, Kesepuluh orang yang diamankan tersebut, langsung dibawa ke Kantor Sat Pol PP guna dilakukan pendataan dan diberikan pembinaan.

"Kita data kemudian kita lakukan pembinaan. Mereka kita minta tidak lagi mengulangi perbuatannya,"ujarnya.

Kemudian, kepada sepuluh orang tersebut, dikenakan tindak pidana ringan (Tipiring). Dan rencananya tanggal 3 Juli 2019 mereka akan mengikuti sidang Tipiring di Pengadilan Negeri Sanggau.

Wendi menegaskan, razia pekat Ini bertujuan untuk menjaga ketertiban umum di masyarakat.

"Kita mengimbau masyarakat terutama anak-anak muda ini untuk tidak melakukan pelanggaran hukum. Apalagi melakukan perbuatan asusila, Orang tua saya imbau untuk terus memantau aktifitas anaknya di luar rumah terutama pada malam hari,"pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved