POPTI Kalbar Apresiasi Perhatian Provinsi Terhadap Penyandang Thalasemia

Sebagian besar penderita yang berasal dari daerah, ketika ke RSUD Soedarso untuk melakukan transfusi, acap kali kesulitan mendapat stok darah.

POPTI Kalbar Apresiasi Perhatian Provinsi Terhadap Penyandang Thalasemia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Pelantikan Pengurus POPTI Kalbar 

POPTI Kalbar Apresiasi Perhatian Provinsi Terhadap Penyandang Thalasemia

PONTIANAK - Ketua Perhimpunan Orangtua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Kalbar, Windi Prihastari mengapresiasi dukungan pemerintah Provinsi Kalbar yang sangat konsen memberikan pelayanan khusus bagi penderita thalassaemia.  

Sebagai organisasi pemerhati penderita kelainan darah POPTI memiliki program-program kerja yang bersifat kemanusiaan terutama dalam pencarian untuk mendapatkan pendonor darah.

"Kita ada program setiap bulan harus mendapatkan pendonor tetap minimal 12 orang, untuk kebutuhan transfusi darah penderita thalassaemia," ujarnya.

Baca: Antisipasi Karhutla, Polsek Air Besar Kampanye Kepada Warga

Baca: Hilang dari Rumah, Pria 21 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Pohon Rambutan Dekat Rumah

Ia menjelaskan pendonor tetap tersebut, secara berkala akan diinventarisir dan diinput dalam database. Menurutnya, sampai saat ini kebutuhan darah untuk transfusi penderita thalassaemia, masih kurang. 

Sebagian besar penderita yang berasal dari daerah, ketika ke RSUD Soedarso untuk melakukan transfusi, acap kali kesulitan mendapat stok darah.

Meskipun PMI selama ini sudah prioritaskan kantong darah untuk anak-anak thalasemia. Pendonor darah untuk transfusi penderita thalassaemia tidak sembarangan dan pendonornya akan lebih baik kalau tetap dan tidak berganti-ganti.

Baca: Antisipasi Karhutla, Polsek Air Besar Kampanye Kepada Warga

Baca: Daftar Lokasi Sekolah TK di Pontianak Utara

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan relawan donor darah seperti Komunitas Darah segar dan sayang Pontianak. Kita harapkan adanya bantuan dari para sahabat thalassemia dapat membuatkan data base pendonor darah," ujarnya.

Dirinya memaparkan kebutuhan darah untuk transfusi darah itu setiap penyandang berbeda-beda. Kebutuhanya tergantung dari usianya, jika masih kategori anak-anak biasanya cukop satu kantong darah dengan ukuran 250 cc. 

"Makin bertambah usianya kebutuhan akan darah semakin banyak. Ada yang dua, tiga dan seterusnya. Mereka ini kan perawatanya one day care. Sekali transfusi mereka boleh pulang," ujarnya.

Ia menilai diperlukan sosialisasi intens untuk untuk pencegahan penderita thalasemia baru. Karena pembiayaannya untuk perawatan cukup besar, meskipun saat ini sudah terdapat caver dari BPJS Kesehatan.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved