Polres Singkawang Gagalkan Dugaan Kawin Kontrak, 3 Pria dan 1 Perempuan Berencana ke Tiongkok

Polres Singkawang berhasil menggagalkan upaya dugaan kawin kontrak wanita asal Kota Singkawang dengan warga negara Tiongkok.

Polres Singkawang Gagalkan Dugaan Kawin Kontrak, 3 Pria dan 1 Perempuan Berencana ke Tiongkok
TRIBUNPONTIANAK/YOUTUBE
Polres Singkawang Berhasil Pulangkan 2 Perempuan Korban Kawin Kontrak Tiongkok 

Polres Singkawang Gagalkan Dugaan Kawin Kontrak, 3 Pria dan 1 Perempuan Berencana ke Tiongkok

SINGKAWANG - Polres Singkawang berhasil menggagalkan upaya dugaan kawin kontrak wanita asal Kota Singkawang dengan warga negara Tiongkok.

Unit Buser dan Unit PPA menghentikan laju kendaraan roda empat dan mengamankan empat orang terdiri 3 laki-laki dan 1 perempuan yang berencana ke Beijing, Tiongkok saat melintas di Jalan Karang Intan, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Selasa (25/6/2019) sekitar pukul 11.45 wib.

"Satu orang laki-laki yang merupakan supir berinisial NKN (47) warga Kota Singkawang ditetapkan sebagai tersangka," kata Kepala Bin Opsnal (KBO) Sat Reskrim Polres Singkawang, Iptu Suprihatin saat konferensi pers di Polres Singkawang, Jalan Firdaus 2, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kamis (27/6/2019).

Baca: Masih Berlangsung LIVE Sidang Putusan MK Pilpres, Hakim MK Tak Temukan Bukti Ketidaknetralan Aparat

Baca: Ketua Pokja Rumah Demokrasi: Parpol Diharapkan Lahirkan Figur di Pilkada 2020

Baca: Syarat Mengurus Paspor Selesai Dalam Sehari

Didampingi Kanit PPA Ipda Indah SW, Iptu Suprihatin menuturkan korban berjumlah tiga orang dimana dua laki-laki dan satu orang perempuan inisial SA berusia 20 tahun yang merupakan warga Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur.

Sebelumnya korban dijanjikan bahwa laki-laki asal Tiongkok yang akan menikahinya merupakan orang kaya yang memiliki rumah lima tingkat, satu unit mobil, dan satu unit rumah toko (ruko).

Tak hanya itu, korban juga dijanjikan bila jika mau menikah akan dibawa ke Beijing, hidup korban di sana akan nyaman dan tidak perlu bekerja.

Namun korban tidak langsung mau atas iming-iming yang dijanjikan oleh seseorang yang masih disamarkan identitasnya.

Korban langsung berkata tidak dan orang tua korban juga mengatakan bahwa anaknya masih sekolah. Namun seseorang tersebut langsung bilang kepada korban akan memberikan waktu satu hari satu malam untuk berfikir.

Setelah satu hari satu malam dengan waktu uang diberikan, korban, orang tua dan keluarga bertemu dengan beberapa orang di rumah makan.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved