Gubernur Kalbar Hadiri Peresmian Politeknik 'Aisyiyah, Dua Prodi Dibuka Sesuai Kebutuhan Kalbar

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji hadiri peresmian Politeknik 'Aisyiyah Pontianak yang dulunya merupakan Kampus Akademi

Gubernur Kalbar Hadiri Peresmian Politeknik 'Aisyiyah, Dua Prodi Dibuka Sesuai Kebutuhan Kalbar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto bersama gubernur Kalbar, Sutarmidji usai peresmian Politeknik Aisyiyah Pontianak, kamis (27/6/2019). 

Gubernur Kalbar Hadiri Peresmian Politeknik 'Aisyiyah, Dua Prodi Dibuka Sesuai Kebutuhan Kalbar

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji hadiri peresmian Politeknik 'Aisyiyah Pontianak yang dulunya merupakan Kampus Akademi Perawatan 'Aisyiyah Pontianak, kamis (27/6/2019).

Pada acara peresmian Politeknik 'Aisyiyah Pontianak hadir pula Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjend TNI Herman Asaribab, Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs Didi Haryono.

Gubernur Kalbar mengatakan peresmian Polteknik 'Aisyiyah (POLITA) juga sudah menyiapkan program studi yang memang dibutuhkan di Kalbar.

Saat menjadi Akbid 'Aisyiyah mempunyai Prodi D3 Kebidanan. Kini setelah resmi berganti menjadi Politeknik Aisyiyah menambah dua prodi baru yaitu prodi Teknologi Informatika Medic, dan Teknologi Analis Kesehatan Medis.

Baca: FOTO: Landscape WWF Indonesia di Kapuas Hulu dengan Komoditas Unggulan Lada Milik Para Petani

Baca: Rayakan HUT Bhayangkara ke-73, Ini Agenda Kegiatan Polsek Pengkadan

Baca: Humas Polri: Kawasan MK Steril

"Saya berharap ada inovasi dari Kebidanan. Karena inovasi sangat dibutuhkan. Jangan bicara masalah kebidanan ini yang hanya identik dengan melahirkan dan sebagainya padahal bagaimana bidan memberikan edukasi kepada masyarakat sebelum berumah tangga. Kemudian kapan usia persalinan yang sehat, dan penangan ketika hamil ," ujarnya saat menghadiri peresmian POLITA.

Ia mengatakan kadang disuatu daerah tidak semua mempunyai alat USG. Sehingga dengan tangan bidan itulah bisa membantu.

"Bagaimana bidan membuat melahirkan itu bukan menghasilkan trauma tapi membawa kebahagiaan . Itu edukasi dari sisi tuntunan sangat perlu dan inovasi lain bahwa dia tidak bisa berdiri dengan satu ilmu saja, tapi harus bisa diiringi dengan ilmu ilmiah lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan menyatukan antara medis dan obat tradisional itu boleh juga sepanjang itu rasional dan bisa memperkuat mental melahirkan. Tapi kalau itu jadi hal yang ditakuti dan tidak bermanfaat lebih baik jangan dilakukan.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved