Sistem Zonasi Diprotes, Panitia PPDB SMAN 1 Mempawah Hilir Akui Pihaknya Tak Bisa Intervensi Aturan

Muldiansyah mengatakan, mereka hanya menerima calon siswa yang jarak rumahnya 6.5 kilometer ke bawah saja.

Sistem Zonasi Diprotes, Panitia PPDB SMAN 1 Mempawah Hilir Akui Pihaknya Tak Bisa Intervensi Aturan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YA' M NURUL ASHORY
Anggota Panitia Pelaksana PPDB SMAN 1 Mempawah Hilir, Muldiansyah saat menjelaskan sistem zonasi kepada orang tua siswa, Rabu (26/6/2019) pagi. 

Muldiansyah mengatakan, mereka hanya menerima calon siswa yang jarak rumahnya 6.5 kilometer kebawah saja.

Baca: PPDB Bersistem Zonasi, Dikbud Sanggau Banyak Dapat Keluhan

Baca: Merasa Didiskriminasi, Warga Mempawah Timur Protes Keras Penerapan Sistem Zonasi

"Kami juga tidak bisa mengubah apa yang telah ditetapkan oleh Provinsi, tugas kami disini hanya menerima, memasukan data, dan keputusan ada di Provinsi," katanya.

Ia menuturkan, saat ini data pendaftar yang sudah masuk ke mereka sekitar 80% dari total keseluruhan siswa, jika dijumlahkan sekitar 221 siswa, sementara kuota penerimaan di SMAN 1 Mempawah Hilir sebanyak 277 siswa.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PPDB SMAN 1 Mempawah Hilir, Jahidin SPd mengatakan secara teknis proses pendaftaran tidak ada kendala, hanya ada beberapa keluhan dari orang tua wali murid yang tidak sabar mengantre formulir.

"Proses pendaftaran secara teknis sebenarnya tidak ada kendala, karena dari kemarin memang sudah banyak pendaftar, tapi bisa kita atasi, selama tiga hari dan hari ini terakhir. Meski ada sedikit kendala, seperti banyak pendaftar yang tidak sabar dalam mengambil formulir," ujarnya.

Jahidin menjelaskan, dengan adanya sistem zonasi ini, keluhan yang umum dari orang tua calon siswa hanya seputar zona, masih ada beberapa orang tua yang belum mengerti apa yang disampaikan sekolah terkait zonasi.

Baca: Ungkap Sistem Zonasi Tak Akurat, Orangtua Protes Jarak 550 Meter Jadi 2 Kilometer

Baca: Sutarmidji Kritisi Sistem Zonasi Mendikbud

"Ada beberapa orang tua yang masih bingung mereka berada di zona mana, mereka beranggapan rumahnya dekat dengan sekolah masuk ke zona kita, padahal mereka zona lain, bukan Mempawah Hilir," ujarnya.

Karena posisi rumah mereka di perbatasan dekat dengan sekolah, kata dia, hanya dibatasi oleh sungai, tapi mereka bukan zona kita, sehingga sulit untuk diterima disini.

"Sampai saat ini, kita dari pihak sekolah tidak punya hak untuk mengintervensi aturan yang telah dibuat, kita bergantung pada sistem yang terhubung langsung dengan provinsi," pungkasnya. 

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved