Sindikat Kawin Kontrak

SBMI dan Polisi Gagalkan Keberangkatan 2 Wanita Asal Kalbar ke Tiongkok, Diduga Korban Kawin Kontrak

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) bersama pihak kepolisian telah menggagalkan keberangkatan 2 orang wanita asal Kalimantan Barat

SBMI dan Polisi Gagalkan Keberangkatan 2 Wanita Asal Kalbar ke Tiongkok, Diduga Korban Kawin Kontrak
Kolase/Tribunpontianak.co.id
Kalbar 24 Jam - Korban Kawin Kontrak, Percobaan Bunuh Diri hingga Kecelakaan Maut di Pontianak 

SBMI dan Polisi Gagalkan Keberangkatan 2 Wanita Asal Kalbar ke Tiongkok, Diduga Korban Kawin Kontrak

PONTIANAK - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) bersama pihak kepolisian telah menggagalkan keberangkatan 2 orang wanita asal Kalimantan Barat yang akan pergi ke Tiongkok dari bandara Internasional Soekarno Hatta yang diduga akan menikah dengan warga negara tersebut melalui jasa Mak comblang.

Ketua SBMI Kalimantan Barat Iswandi saat di konfirmasi oleh Tribun mengatakan bahwa penggagalan keberangkatan 2 wanita asal kalbar ini dilakukan pada Minggu (21/6/2019) Sekira pukul 18.00 WIB.

Iswandi mengungkapkan bahwa kedua wanita ini masing - masing berinisial D (25 Th) dan YS (22 Th), D berasal dari Kota Pontianak, dan YS berasal dari Kabupaten Sambas.

Baca: Berikut Peminat Pembelian Tiket di XXI Ayani Megamal

Baca: Top Ten Volare Musik Barat Pekan Ini, Lowker by Niki Duduki Peringkat Pertama

Baca: Tim Gabungan SAR Sintang Lakukan Pencarian Bocah Tenggelam di Sungai Kapuas

"SBMI bekerja sama dengan pihak kepolisian setelah berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya, yang akhirnya kita bisa menggagalkan kepergian 2 orang calon pengantin korban TPPO, Korban Berinisial D dan YS, D berasal dari kota Pontianak dan YS dari Kab Sambas,"katanya saat di hubungi Tribun. Rabu (26/6/2019).

Ketua Buruh Migran Indonesia Provinsi Kalbar itupun mengungkapkan bahwa terkait kasus ini, pihak Istana telah mengetahuinya.

"Kasus ini akan ditangani langsung oleh Mabes Polri dan pihak istana juga sudah mengetahuinya,"ujarnya.

Untuk terduga korban dan terduga Pelaku pun saat ini sudah di periksa oleh kepolisian, namun dirinya masih belum mengetahui apakah pihak kepolisian sudah menetapkan tersangka atas kasus ini.

"Hingga saat ini kita hanya mendapat informasi kalo korban maupun pelaku sudah diperiksa namun belum mendapat info apakah sudah ditetapkan tersangkanya,"jelasnya.

Iswandi selaku ketua SBMI Kalbar mengharapkan Presiden RI angkat bicara terkait maraknya TPPO di Indonesia yang korbannya warga negara RI.

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved