Dekan FT Untan Sebut Kalbar Membutuhkan Reaktor Nuklir

Kedutaan Besar Perancis beserta Electricite de France (EDF) pada Selasa 25 Juni 2019 melakukan semina

Dekan FT Untan Sebut Kalbar Membutuhkan Reaktor Nuklir
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MIA MONICA
Dekan FT Untan Ir RM Rustamaji MT saat ditemui di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Pontianak 

Dekan FT Untan Sebut Kalbar Membutuhkan Reaktor Nuklir

PONTIANAK - Kedutaan Besar Perancis beserta Electricite de France (EDF) pada Selasa 25 Juni 2019 melakukan seminar dengan tema “Knowledge Sharing for The Development Of Electric Nuclear Power in Indonesia.

Why Does Indonesia Need Nuclear ?” di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Dekan FT Untan, Rustamaji mengatakan visi dari Gubernur Kalbar kedepan yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan infrastruktur dan perbaikan tata kelola pemerintahan. 

“Terkait percepatan infrastruktur diantaranya adalah bagaimana kedepan provinsi Kalbar ini bisa digerakan industrinya. Dan faktor penunjang industri itu harus terpenuhi, yaitu dengan ketersediaan energi yang cukup,” ujar Rustamaji kepada Tribun Pontianak, (26/6).

Baca: SBMI dan Polisi Gagalkan Keberangkatan 2 Wanita Asal Kalbar ke Tiongkok, Diduga Korban Kawin Kontrak

Baca: VIDEO: Halal Bihalal REI Kalbar Launching Kegiatan REI Expo 2019

Baca: VIDEO: Warga Bingung Zonasi Tak Jelas, Hari Terakhir PPDB di SMAN 1 Mempawah Hilir Nyaris Ricuh

Lanjutnya ia menyebutkan jika Kalbar membutuhkan reaktor nuklir untuk kelistrikan dan sektor kemanusiaan lainnya. Bahan bakar fosil dan batubara, dikatakannya akan segera habis dan harga produksinya mahal sehingga dirasa kurang efektif dan efesien. Sementara potensi listrik dari tenaga air juga sedang dilihat seberapa besar mampu memenuhi kebutuhan industri. 

“Sumber energi yang paling murah itu  memang energi nuklir. Banyak negara industri besar di dunia yang menggunakan energi nuklir. Di era teknologi yang semakin canggih sekarang ini, faktor keamanan bukan lagi menjadi isu yang seharusnya dipertentangkan.

Apalagi Kalbar tidak rawan gempa. Selain itu dekat dengan sumber bahan baku. Jadi Nuklir ini lah yang sangat efisien, sekitar 3 sen dolar AS per kilowatt per jam.

Kalau dibandingkan dengan energy fosil jauh sekali perbandingan harganya. Ditambah lagi, tingkat polusi udara dari PLTN paling rendah dibanding sistem lainnya,” jelasnya. 

 Rustamaji juga mengatakan sejauh ini, banyak pihak yang tertarik untuk membantu pengembangan PLTN di Kalbar, seperti Prancis, Amerika Serikat, Jepang, Rusia, dan Korea Selatan. 

“Bahkan saya juga sudah diutus gubernur ke Jepang untuk melihat reaktor nuklir di sana. Prancis itu sudah 60 tahun menggunakan PLTN, terus Banglades juga sudah memulai PLTN nya. Indonesia sendiri tergolong terlambat untuk membangun industri nuklir,” pungkasnya. (Mia Monica)

Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved