Catatan Demokrasi Kita

Anggap Tes Bagi Sejarah Indonesia, Fadli Zon: Judgment MK Harus Refleksikan Keadilan & Kebenaran

Karena perasaan keadilan itu tidak bisa ditawar-tawar. Tidak bisa diperjualbelikan. Itu terasa langsung ke masyarakat," pungkasnya.

Anggap Tes Bagi Sejarah Indonesia, Fadli Zon: Judgment MK Harus Refleksikan Keadilan & Kebenaran
Streaming Youtube Indonesia Lawyers Club
Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon saat program Catatan Demokrasi Kita bertema Vonis MK: Menunggu Keadilan, Selasa (25/06/2019) malam WIB. 

Anggap Tes Bagi Sejarah Indonesia, Fadli Zon: Judgment MK Harus Refleksikan Keadilan & Kebenaran

Catatan Demokrasi Kita - Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon menilai sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) PIlpres 2019 merupakan tes dalam sejarah Indonesia.

Apa yang telah diungkapkan di dalam persidangan Mahkamah Konstitusi (MK), rakyat melihat secara transparan.

Sejumlah hal disampaikan seperti dalil, petitum, bukti-bukti dan saksi-saksi sudah dihadirkan oleh Tim Hukum pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga. 

"Itu menunjuukan banyak sekali kelemahan dalam penyelenggaraan (Pilpres_red)," ungkapnya saat program Catatan Demokrasi Kita bertema Vonis MK: Menunggu Keadilan, Selasa (25/06/2019) malam WIB.  

Baca: Seru! Adu Argumen Fahri Hamzah Vs Ahmad Basarah Soal Kebebasan Berpendapat di Catatan Demokrasi Kita

Baca: Catatan Demokrasi Kita: Johnny G Plate Yakin Sidang MK Bentuk Proses Jurdil, TKN Siap Terima Putusan

Baca: Catatan Demokrasi Kita: Fahri Hamzah Sebut Vonis MK Momen Evaluasi Penyempurnaan Sistem Demokrasi

Semua pihak sepakat MK menjadi terminal, tetapi apa yang menjadi tugas MK maka kita harus bisa mendudukannya bahwa harapan pada MK agar tidak terikat pada Undang-Undang (UU).

"Tapi MK itu terikat pada konstitusi. Kalau ada UU tidak sejalan dengan konstitusi, maka UU itu bisa dikoreksi," terangnya. 

Fadli Zon menambahkan jika melihat tugas MK yang dikutip dari UUD 1945 pasal 24 c ayat 1, dikatakan MK punya kewenangan untuk menangani perselisihan hasil pemilu.

Menurut Fadli Zon, Pemilu bukan hanya soal suara saja, sebab di dalamnya inheren antara proses dan hasil.

"Dalil petitum yang dibawa Pak BW (Bambang Widjojanto_red) dan kawan-kawan itu terkait dengan proses. Bahwa hasil itu sangat tergantung dengan proses. Kalau hasilnya buruk, maka hasilnya juga belum tentu sesuai," jelasnya. 

Halaman
12
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved