Tim Kejari Pontianak Akui Alami Banyak Kendala Saat Hendak Eksekusi Gusti Hersan Aslirosa

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pontianak Raden Ahmad Yani mengaku sempat kesulitan dalam melakiakn eksekusi terhadap terpidana kasus

Tim Kejari Pontianak Akui Alami Banyak Kendala Saat Hendak Eksekusi Gusti Hersan Aslirosa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pontianak Raden Ahmad Yani 

Tim Kejari Pontianak Akui Alami Banyak Kendala Saat Hendak Eksekusi Gusti Hersan Aslirosa

PONTIANAK - Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pontianak Raden Ahmad Yani mengaku sempat kesulitan dalam melakiakn eksekusi terhadap terpidana kasus korupsi yakni Gusti Hersan Aslirosa.

Mantan Ketua DPRD Kota Pontianak ini, kata dia, telah menjadi DPO sejak 2012 silam.

Namun, dengan kecerdikannya, terpidana dapat mengelabui petugas dengan berbagai cara, satu diantaranya dengan selalu berpidah tempat tinggal. Selain itu juga, handphone terpidana kerap kali tidak dapat dilacak.

Ia mengungkapkan, eksekusi terpidana dibantu oleh Kejari Jakarta Barat dan di back up oleh Polda Metro Jaya, sehingga menemukan titik terang tempat terpidan berada.

Baca: Bupati Sanggau: Kerjasama dengan Unitri Malang Sudah Berlangsung Lama

Baca: Ketua DPRD: Sebaiknya Fokus Pengembangan PSDKU Polnep Sanggau

Baca: 6 Tren Baru yang Dapat Bahayakan Kesehatan Anda

Pihaknya telah melakukan pengintaian terhadap pidana selama satu minggu, dan baru Selasa (25/6) dini hari terpidan bisa di eksekusi.

"Karena DPO kita selalu berpindah pindah dan juga yang bersangkutan cukup lihai untuk mengelabui tim kami. Salah satu contohnya selalu menempati tempat tinggal apartemen yang sangat tinggi, bisa itu yang 25 lima lantai. Jadi untuk alat yang digunakan oleh Polda Metro ya itu kalau terlalu tinggi tidak bisa mendeteksi," jelasnya.

Dan juga, kata dia, signal handphone DPO sering hidup mati, dan hal tersebut menjadi kendala sendiri bagi tim untuk mempercepat eksekusi terhadap DPO.

"Tapi Alhamdulillah tadi malam kita pancing yang bersangkutan, DPO kita untuk keluar dari tempat beliau selama ini bersembunyi. Beliau selama ini bersembunyi di apartemen Tamrin, dan juga kadang pindah di apartemen tepatnya di atas sebuah hotel yang sangat privasi," ungkap Ahmad Yani.

Setelah berhasil di eksekusi, Gusti Hersan langsung dibawa ke Kejari Jakarta Barat untuk menandatangani administrasi. Setelah itu, dititipkan sementara di sel tahanan, sebelum diberangkatkan ke Pontianak.

"Begitu sampai di Pontianak, saya bersama Kasi Pidsus langsung membawa DPO dan kita serahkan ke Lapas Kelas II A Pontianak. Beliau ini juga pernah menjadi tahanan kota," pungkasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved