SMK Negeri 4 Pontianak Tidak Terapkan Jalur Zonasi untuk Peserta Didik Baru, Ini Alasannya

Kepala Sekolah SMK 4 Pontianak Barat 2019/2020 Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tidak menerapkan jalur zonasi

SMK Negeri 4 Pontianak Tidak Terapkan Jalur Zonasi untuk Peserta Didik Baru, Ini Alasannya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Julisabara
Kepala sekolah SMK 4 Pontianak beri keterangan terkait SMK tidak terapkan Jalur zonasinya¬† 

SMK Negeri 4 Pontianak Tidak Terapkan Jalur Zonasi untuk Peserta Didik Baru, Ini Alasannya

PONTIANAK - Kepala Sekolah SMK 4 Pontianak Barat 2019/2020 Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tidak menerapkan jalur zonasi dikarenakan keterbatasan jumlah SMK Negeri di Kota Pontianak, Selasa (25/6/2019).

Kepala Sekolah SMK 4 Pontianak Barat Syahri mengungkapkan bahwa di SMK di Kota Pontianak Tidak kenal zonasi karena akan menimbulkan kesulitan bagi warga peserta didik karena keterbatasan jumlah SMK.

"Untuk di Pontianak Utara hanya ada tiga SMK, sedangkan SMK di Pontianak Barat Negeri nya hanya ada dua, SMK empat  dan SMK sembilan, jika diterapkan zonasi maka akan terjadi penumpukan disekitar itu saja, sedangkan wilayah tenggara SMK belum ada," ujarnya kepada Tribun Pontianak.co.id.

Baca: Meski Tampil Sederhana di Foto Ini, Sophia Latjuba Malah Disebut Mirip Anak SMA

Baca: VIDEO: Forum LLAJ Segera Bentuk Tim Terpadu Tata Ulang Perparkiran dan PKL di Singkawang

Baca: VIDEO: Sat Lantas Polres Singkawang Siap Kawal Penegakan Hukum Penataan Lalu Lintas

Lanjutnya Syahri menambahkan untuk SMK ada kebijakan dari Dinas pendidikan, SMK tidak mengunakan zonasi tetapi mengakomodir siswa prestasi karena SMK ada tes minat bakat nya.

Terkait Program PPDB dari Dinas Pendidikan Syahri berpendapat aplikasi nya untuk saat ini belum terlalu nampak bermasalah.

"Terkait aplikasi tidak bermasalah karena memang Dinas pendidikan yang mengelolah, bagi lembaga pendidikan SMK dikawasan Kota Pontianak terutama SMK empat Pontianak Barat, hanya menerima pendaftaran peserta didik, mulai dari mengisi formulir kemudian dilakukan verifikasi setelah itu dilakukan tes karena udah menjadi tuntutan seperti itu," imbuhnya

Kemudian Syahri menambahkan dari hasil tes itu dimasukkan didalam data online dan proses semua itu ada di Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat.

"Pada tanggal 24-25 Juni 2019 terhitung berjalan sudah dua hari pendaftaran PPDB, masih terlihat orang tua belum mengerti terkait program tiga Jalur dari PPDB, Zonasi, prestasi dan perpindahan lokasi tempat tinggal," pungkasnya.

Kendati demikian Syahri berharap informasi kepada masyarakat terkait PPDB ini kedepannya di sosialisasi kan secara menyeluruh kepada warga sehingga disaat mendaftar tidak ada lagi kebingungan.

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved