Siswa Merasa Bingung dan Kesulitan Mengisi Data Pada PPDB Tahun 2019

Ia dan ibunya sudah mengantri dari pukul 06.00 dan menunggu hingga pendaftaran dibuka di depan oagar sekolah bersama orang tua dan murid lainnya.

Siswa Merasa Bingung dan Kesulitan Mengisi Data Pada PPDB Tahun 2019
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Suasana Antrian PPDB hari pertama di SMAN 1 Pontianak pada pagi hari, Senin (24/6/2019) 

Siswa Merasa Bingung dan Kesulitan Mengisi Data Pada PPDB Tahun 2019

PONTIANAK - Raihana (14) Alumni SMPN 1 Pontianak ditemani ibunya yang mendaftar sekolah di SMAN 1 Pontianak melalui jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 yang baru saja dibuka hari ini, senin (24/6/2019).

Ia dan ibunya sudah mengantri dari pukul 06.00 dan menunggu hingga pendaftaran dibuka di depan oagar sekolah bersama orang tua dan murid lainnya.

Ia mengaku pada PPDB tahun ini yang bsru saja ia ikuti. Ia mengaku masih banyak kebingungan yang ia rasakan.

Baca: Lili Rela Antre Sejak Dini Hari Demi Daftarkan Anak PPDB di SMAN 1 Pontianak

Baca: Antusiasme PPDB Tahun 2019 di Pontianak, Orang Tua Siswa Rela Mengantre Sejak Dini Hari

"Saya tadinya bingung gimana caranya ambil nomor antrian. Selain itu banyak persyaratan saya yang kurang. Sehingga membuat ibu saya harus bolak balik rumah, sekolah, dan kantor capil untuk minta legalisir, serta masih banyak yang kurang ngerti cara mendaftarnya," terangnya.

Seperti pada tahap pengisian data. Ia mengaku harus perlu dampingi dari orang tua. Maka dari itu banyak orang tua yang menemani anaknya dan ikut mengantri seperti yang dilakukan ibunya.

"Tadi mama berlari pergi untuk ambil akte dan harus dilegalisir ke capil lagi. Sebenarnya sudah 5 bulan lalu aktenya di legalisir tapi belum selesai lagi dan baru bisa diambil sekarang," ujarnya.

Pada PPDB ini ia memilih masuk menggunakan jalur zonasi dan masih banyak kebingungan yang ia rasakan.

Baca: PPDB di SMAN 1 Putussibau Terapkan Sistem Zonasi, Gunakan Aplikasi Google Maps

Baca: PPDB di Ketapang Terapkan Sistem Zonasi, Komunitas Perahu Edukasi Soroti Hal Ini

"Saya agak pusing di verifikasi inputnya jadi masih tidak ngerti karena saat SMP tidak kayak gini dan baru pertama kali ikut sistem zonasi jadi memang agak susah," ujarnya.

Saat mengantri ia mendapat nomor antrean ke 561. Padahal ia sudah mengantri dari pukul 06.00 dan belum selesai karena antrian verifikasi masih ramai dan lama juga belum ke ruang input.

"Sistem ini lebih sulit, dulu hanya pakai nim terasa lebih enak, kalau jalur zonasi orang pada berebut dapat tempat paling atas. Jadi zonasi bukan sistem yang pas dan kurang mendukung," pungkasnya

Penulis: Anggita Putri
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved