Setelah Zulfhadli, Kini Giliran Gusti Hersan Aslirosa Dieksekusi Kejari Pontianak

Terpidana kasus dana bansos sirkuit Kota Pontianak ini ditangkap di sebuah hotel di kawasan Sunter Jakarta Barat

Setelah Zulfhadli, Kini Giliran Gusti Hersan Aslirosa Dieksekusi Kejari Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Kasi Intel Kejari Pontianak - Raden Ahmad Yani 

Setelah Zulfhadli, Kini Giliran Gusti Hersan Aslirosa Dieksekusi Kejari Pontianak

PONTIANAK - Kejaksaan Negeri Pontianak kembali menangkap buronan kasus pidana korupsi. Setelah beberapa waktu lalu berhasil mengeksekusi terpidana kasus korupsi bansos KONI yakni Zulfhadli, kini giliran mantan Ketua DPRD Kota Pontianak, yakni Gusti Hersan Aslirosa.

Terpidana kasus dana bansos sirkuit Kota Pontianak ini ditangkap di sebuah hotel di kawasan Sunter Jakarta Barat, pada Selasa (25/6) sekitar pukul 02:30 WIB. Hal itu diungkapkan oleh Kasi Intel Kejari Pontianak Raden Ahmad Yani, saat ditemui diruangannya, Selasa (25/6) sore.

"Tadi malam sekira pukul 02:30 WIB, kami berhasil melaukan eksekusi terhadap tepidana Gusti Hersan Aslirosa yang mana merupakan mantan Ketua DPRD Kota Pontianak, yang telah inkrah putusannya. Eksekusi terhadap terpidana kita lakukan di daerah Sunter Jakarta Barat, teparnya di Hotel Sunlike Danau Sunter," ujarnya.

Baca: Mahfud MD Anggap Tim Hukum Prabowo - Sandiaga Tak Bisa Buktikan Kecurangan TSM di Sidang MK

Baca: Cara Cepat Hilangkan Migrain dengan Seketika, Hanya Gunakan Alat Rumah Tangga Ini!

Baca: Razia Pekat di Sekayam, Polisi Amankan Empat Pasangan Bukan Suami Istri

Terpidana divonis Mahkamah Agung dengan hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 50 Juta subsidair 3 bulan kurungan.

Sebelum diterbangkan ke Pontianak, mantan Ketua DPRD Kota Pontianak periode 2004-2009 itu dibawa ke kantor Kejari Jakarta Barat untuk menandatangani administrasi penangkapan dan eksekusi dan kemudian dari Jakarta menuju Pontianak

“Langsung kita eksekusi ke Lapas klas II A Pontianak. Tadi kita sampai di Bandara Supadio sekitar pukul 15:00 WIB,” ucapnya.

Terpidana sebelumnya dalam proses hukumnya didakwa melakukan Tindak Pidana Korupsi melanggar pasal 3 UU TPK jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPjo pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Ditingkat PN terpidana diputus bebas kemudian JPU mengajukan kasasi dan putusannya seperti diatas. Terpidana pernah mengajukan PK namun ditolak oleh MA,” terang Kasi Intel.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved