Catatan Demokrasi Kita

Seru! Adu Argumen Fahri Hamzah Vs Ahmad Basarah Soal Kebebasan Berpendapat di Catatan Demokrasi Kita

olitisi PDIP Ahmad Basarah terlibat adu argumen dengan Pengagas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) saat program Catatan Demokrasi Kita

Seru! Adu Argumen Fahri Hamzah Vs Ahmad Basarah Soal Kebebasan Berpendapat di Catatan Demokrasi Kita
Youtube Indonesia Lawyers Club
Politisi PDIP Ahmad Basarah terlibat adu argumen dengan Pengagas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) saat program Catatan Demokrasi Kita bertema Vonis MK: Menunggu Keadilan, Selasa (25/06/2019) malam WIB. 

Seru! Adu Argumen Fahri Hamzah Vs Ahmad Basarah Soal Kebebasan Berpendapat di Catatan Demokrasi Kita

Catatan Demokrasi Kita - Politisi PDIP Ahmad Basarah terlibat adu argumen dengan Pengagas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) saat program Catatan Demokrasi Kita bertema Vonis MK: Menunggu Keadilan, Selasa (25/06/2019) malam WIB. 

Hal itu terjadi ketika membahas soal kebebasan menyampaikan pendapat baik melalui lisan maupun tulisan. 

Politisi PDIP Ahmad Basarah mengatakan kesepakatannya bahwa hak berdemokrasi menyatakan pendapat itu dijamin dalam Undang-Undang Dasar (UUD).

Bahkan, ada UU menyatakan kemerdekaan pendapat di muka umum.

Namun, Ahmad Basarah menambahkan pasal 28 tentang kebebasan penyampaian pendapat melalui lisan dan tulisan telah mengalami perubahan. 

Baca: Catatan Demokrasi Kita: Johnny G Plate Yakin Sidang MK Bentuk Proses Jurdil, TKN Siap Terima Putusan

Baca: Catatan Demokrasi Kita: Fahri Hamzah Sebut Vonis MK Momen Evaluasi Penyempurnaan Sistem Demokrasi

"Pasal 28 a, b, c sampai j memang memberikan kebebasan kepada warga negara. Tapi, jangan lupa pasal berikutnya, mengatur pembatasan kebebasan warga negara untuk menyatakan pendapatnya," ungkap Ahmad Basarah.  

Menurut dia, dalam UU itu pun diatur tata cara  penyampaian pendapat di muka umum yakni tidak boleh mengganggu hak orang lain.

"Tidak boleh mengganggu ketertiban umum. Jika polisi mengunakan wewenang untuk membatasi demokrasi pada tanggal 27 besok itu karena pada 21-22 Mei itu menimbulkan korban nyawa. Polisi harus melakukan upaya preventif agar hal itu tidak terjadi lagi," terangnya. 

Diberikan kesempatan untuk menanggapi, Fahri Hamzah menegaskan bahwa dirinya menganut mazhab rakyat.

Halaman
12
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved