Rebutan Kursi Sistem Zonasi, Siswa Antre Pukul 05.00

Tahun ini agak berbeda dengan tahun lalu yang berebut-rebut. Kalau ini sudah terprogram dari sekolah, mulai dari nomor antrean dan pengisian data

Rebutan Kursi Sistem Zonasi, Siswa Antre Pukul 05.00
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Antusias Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) hari pertama di SMAN 9 Pontianak begitu ramai dan tertib, Senin (24/5/2019). 

Menurutnya, jumlah pendaftar sangat ramai namun hanya ada satu loket pendaftaran.

"Saya kurang KK sebutik dan bingung juga mau pakai zona atau prestasi. Kalau jalur prestasi hanya satu pilihan sekolah sedangkan zonasi ada tiga pilihan," tambahnya.

Kepala SMAN 7 Pontianak Karjana mengakui tingginya antusias peserta pada hari pertama PPDB. Ada sekitar 200 siswa yang mendaftar.

"Karena penerapan zonasi murni baru kali ini. Mungkin orangtua penasaran. Kita lakukan sosialisaai melalui pengumuman supaya masyarakat tahu dan tidak ada kesalahan," ujarnya.

Sistem pendaftran yang diberlakukan juga sama dengan sekolah lain yaitu melalui antrean terlebih dahulu. Menurutnya, ada beberapa orangtua yang datang duluan supaya lebih dulu mendaftar. Padahal, jalur zonasi mempertimbangkan jarak bukan siapa yang dulu mendaftar.

Diakuinya, ada beberapa orangtua yang terkendala pada Kartu Keluarga. Padahal sebelumnya sudah diberitahukan sesuai Juknis harus 1 tahun KK domisili untuk mengikuti jalur perpindahan orangtua.

"Setiap jalur persyaratannya ada yang sama dan berbeda. Ada surat keterangan kelulusan dan nilai ujian, serta akte lahir," ujarnya.

Ia mengatakan kalau jalur prestasi harus ditambah dengan sertifikat dicabang tertentu oleh lembaga atau pihak lembaga yang telah bekerja sama dengan pemerintah secara resmi.

"Kalau sifatnya beregu didalam piagam tidak ada namanya harus meminta keterangan surat berprestasi dari sekolah asal," ujarnya.

Sedangkan untuk siswa yang masuk 10 besar nilai UN tertinggi harus melampirkan surat atau sertifikat dari kepala dinas kabupaten/ kota. Begitu juga dengan prestasi di lomba lainnya juga harus dilampirkan.

Untuk perpindahan orang tua atau wali juga harus dilampirkan KK disamping surat kelulusan dan nilai siswa. KK dilampirkan gunanya untuk mengetahui apakah siswa tersebut betul masuk dalam KK tersebut.

Kalau zonasi menggunakan KK mengukur jarak dengan menggunakan Google Maps. Sejak awal sudah dibuat pernyataan untuk siap menggunakan Google Maps. Kemudian sistem memunculkan secara otomatis jarak rumah dan sekolah.

Terkait antrean, ia memastikan sudah menyediakan nomor antrean. Namun, ada beberapa orangtua yang belum dapat nomor antrean karena belum mengisi formulir pendaftaran dan surat pernyataan.
Setelah mengisi formulir dan verifikasi, jelasnya, baru diberikan nomor antrean.

"Sejauh ini keluhan mengenai sistem belum ada tapi keluhan dari mayarakat ada dan banyak yang mengatakan memang sistem manual yang dulu lebih bagus dan jelas memilih sekolahnya. Kalau ini hanya memilih tiga sekolah saja," ujarnya.

Wakil Ketua PPDB SMAN 7 Pontianak Ali Romlon memastikan pendaftaran berjalan lancar.

"Terkait pendaftar yang tidak diberi nomor antrean. Pertama kita berikan informasi formulir, waktu dan tempat untuk mengisi formulir. Setelah mengisi formulir baru verifikasi awal dan kita kasi nomor antrean untuk verifikasi online menentukan zonasinya," ujarnya.

Akibat banyak orangtua yang belum mengisi formulir tapi ikut antre, maka terjadilah desak-desakan. Setelah diinformasi terkait mekanisme, lanjutnya, barulah orangtua paham.

"Alhamdulillah akhirnya tidak berdesakan dan kami tambah menjadi dua jalur. Awalnya hanya satu jalur saja. Makanya sebelum jam 12 sudah selesai untuk tahap pertama," ujarnya.

SMAN 7 Pontianak memiliki daya tampung 8 kelas dengan jumlah siswa 280orang. Pendaftaran dibuka mulai dari pukul 08.00 sampai 14.00 WIB. Siswa yang mendaftar untuk hari pertama di SMA N 7 Pontianak banyak melalui jalur zonasi. Sedangkan jalur prestasi dan mutasi tidak sebanyak zonasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Suprianus Herman memastikan tak ada kendala pada hari pertama PPDB. "Sampai saat ini belum ada kendala yang bisa mengganggu jalannya PPDB," ucap Suprianus Herman.

Menurutnya, ada beberapa pertanyaan orangtua terkait penerapan sistem zonasi. Namun, pihaknya dapat memberikan penjelasan dan pengertian pada mereka.

Ada pula laporan terkait batas kabupaten. Kadisdik menyatakan, PPDB zonasi tidak kaku dan tidak terikat batas administrasi antar kabupaten.

"Sore ini saya sudah minta ketua PPDB untuk mengumpulkan kepala SMAN se-Kota Pontianak untuk menyamakan persepsi," tegasnya. 

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved