Rebutan Kursi Sistem Zonasi, Siswa Antre Pukul 05.00

Tahun ini agak berbeda dengan tahun lalu yang berebut-rebut. Kalau ini sudah terprogram dari sekolah, mulai dari nomor antrean dan pengisian data

Rebutan Kursi Sistem Zonasi, Siswa Antre Pukul 05.00
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Antusias Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) hari pertama di SMAN 9 Pontianak begitu ramai dan tertib, Senin (24/5/2019). 

Meski datang pukul 06.00, Raihana dan ibunda mendapat nomor antrean 561. Diakuinya, sistem zonasi ini lebih sulit. Saat masuk SMP dulu, kata Raihana, menggunakan nilai dan lebih mudah.

“Lebih enak. Kalau jalur zonasi orang pada berebut dapat tempat paling atas. Zonasi bukan sistem yang pas dan kurang mendukung,“ katanya.

Raihana yang tinggal di Jl Profesor M Yamin ini memilih tiga sekolah yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 3 Pontianak dan SMAN 4 Pontianak.

Humas PPDB SMA N 1 Pontianak Aris Widodo menjelaskan, SMAN 1 Pontianak mengeluarkan 700 lebih nomor antrean sejak pukul 08.00 hingga 10.00. Panitia bahkan kehabisan nomor antrean.

"Kami akan tetap menampung berapapun peserta yang ingin mendaftar dan mengikuti aturan pembukaan untuk PPDB yang dimulai 24 sampai 26 Juni dari pukul 08.00 -14.00," ujar Aris.

Ada ratusan siswa yang memilih jalur zonasi. Sementara untuk jalur mutasi dan prestasi baru puluhan siswa yang mendaftar.

Aris mengatakan, daya tampung SMAN 1 Pontianak 417 siswa . Pihaknya menjalankan proses pendaftaran secara transparan dan fleksibel. Orangtua menyaksikan langsung proses input data dan menentukan koordinat tempat tinggal.

Diakuinya, antusiasme orangtua dan siswa sangat besar. "Sebelum jam 6 pagi antrean sudah ramai hingga ratusan orang memenuhi depan pagar. Pengambilan formulir pukul 08.00, tetapi pembagian nomor antrean pukul 07.00 melihat antusias peserta dan orangtua," pungkasnya.

Sempat Berdesakan
Antusiasme orangtua dan siswa juga terlihat di SMA N 7 Pontianak. Orangtua yang ditemui Tribun mengaku kesal lantaran antrean tak teratur. Kekesalan ini disampaikan Yulianti, satu di antara orangtua siswa.

"Kekurangan persyaratan juga menjadi penghambat. "Tadi yang masuk pertama tidak pakai fotokopi KTP, sekarang malah pakai," ucapnya.

Halaman
1234
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved