PPSA XXI Harapkan IKAL Fokus Pada Penyemaian Kembali Nilai Pancasila

Alumni Lemhannas PPSA XXI mengharapkan Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI (IKAL) membantu pemerintah

PPSA XXI Harapkan IKAL Fokus Pada Penyemaian Kembali Nilai Pancasila - alumnus-lemhannas-ri-ppsa-xxi-arissetyanto-nugroho.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Alumnus Lemhannas RI - PPSA XXI, Arissetyanto Nugroho (batik Biru)
PPSA XXI Harapkan IKAL Fokus Pada Penyemaian Kembali Nilai Pancasila - alumnus-lemhannas-ri-ppsa-xxi-thomas-jusman-dan-ketua-ikal-lemhannas-agum-gumelar.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Alumnus Lemhannas RI – PPSA XXI, Thomas Jusman dan Ketua IKAL Lemhannas, Agum Gumelar
PPSA XXI Harapkan IKAL Fokus Pada Penyemaian Kembali Nilai Pancasila - pengurus-ikal-ppsa-xxi-yang-hadir-dalam-rakernas-ikal.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pengurus IKAL PPSA XXI Yang Hadir Dalam Rakernas IKAL, di Gedung Dwi Warna, Senin (24/06/2019)

PPSA XXI Harapkan IKAL Fokus Pada Penyemaian Kembali Nilai Pancasila

JAKARTA - Alumni Lemhannas PPSA XXI mengharapkan Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI (IKAL) membantu pemerintah dengan mengambil peran penting dalam program deradikalisasi dengan berbagai caranya.

Bangsa Indonesia secara utuh harus dibawa kembali ke nilai-nilai luhur yang termuat dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika agar kesatuan negara Indonesia menguat kembali.

Demikian ditegaskan beberapa Alumni Lemhannas RI – PPSA XXI dalam Rakernas Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL), di Gedung Dwi Warna, Jakarta, Senin (24/06/2019). Raker IKAL ini mengambil thema “IKAL Katalisator Keutuhan Bangsa”

Salah satu Alumnus PPSA XXI, Arissetyanto Nugroho , Dosen Universitas Mercu Buana menyatakan bahwa secara kasat mata para alumni Lemhannas RI dapat melihat apa yang sedang terjadi di Indonesia saat ini dan bagaimana kondisinya. Karena Pilpres 2019, secara jelas terbaca Indonesia tidak menjadi bangsa yang utuh.

“Perpecahan itu sudah terjadi pada waktu sebelum-belumnya. Ada kekuatan yang tidak sesuai dengan Pancasila tumbuh subur. Ini merupakan tantangan serius bagi NKRI. Jika dilihat dari apa materi pendidikan Lemhannas, Ketahanan Nasional (Tannas) sangat menurun. Tidak terwujudnya Tannas itu karena salah satu gatra yakni Ideologi menjadi pertanyaan besar karena muncul dan berkembangnya nilai-nilai yang tidak sesuai dengan Pancasila. Sementara gatra yang lain Politik menmberikan efek pada ketidaksolidan Indonesia sebagai bangsa,” ujar Ariessetyanto.

Baca: Miliki IQ 148, Inilah 7 Momen RM BTS Buktikan Kejeniusannya, Bakal Bikin Kamu Ternganga!

Baca: Sedang Berlangsung LIVE Catatan Demokrasi Kita TVOne Pukul 20.00 WIB, Vonis MK: Menunggu Keadilan!

Baca: Kisah Ustadz Yusuf Mansur Pertama Kali Mengerjakan 4 Rakaat Dhuha! Niat Sholat Dhuha, Doa & Bacaan

Oleh karena itu, Ariessetyanto mengharapkan IKAL sudah semestinya memberi sumbangsih berupa pemecahan masalah yang aplikatif bagi seluruh persoalan bangsa terutama terkait dengan Pancasila.

Sebagai konsekuensinya adalah, Alummnus Lemhannas harus menemukan metoda apolikatif bagi penanaman kembali nilai-nilai luhur Pancasilan.

“Jadi bukan hanya wacana atau sumbangan pemikiran, tetapi solusi aplikatif. Misal, pentingnya akreditasi bagi semua lembaga Negara & pengelola rumah ibadah seperti yang diberlakukan di dunia pendidikan agar tidak tersusupi oleh paham-paham yang tidak sesuai dengan Pancasila. Akreditisasi ini juga berlaku bagi pegawai pemerintah dan parpol. Kita semua harus menjamin tidak ada nilai-nilai yang tumbuh di Indonesia bertentangan dengan Pancasila,” tegas mantan Rektor Universitas Mercu Buana itu.

Dengan melakukan asesmen secara berkala oleh lembaga independen, masih menurut Arrisetyanto maka Cita-cita dan Tujuan Nasional bangsa Indonesia sebagaimana termuat dalam Pembukaan UUD dapat terwujud.

Halaman
12
Penulis: Stefanus Akim
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved