Penyegelan Secara Adat di Kantor PT PI Resmi Dibuka

Anggota Polres Landak dan Polsek Ngabang hadir untuk mengamankan pembukaan segel Mantor PT Putra Indotrovical (PI) di Desa Sungai Keli

Penyegelan Secara Adat di Kantor PT PI Resmi Dibuka
TRIBUNPONTIANAK/Alfon Pardosi
Anggota Polres Landak dan Polsek Ngabang hadir untuk mengamankan pembukaan segel Mantor PT Putra Indotrovical (PI) di Desa Sungai Keli, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak pada Senin (24/6/2019). 

Penyegelan Secara Adat di Kantor PT PI Resmi Dibuka

LANDAK - Anggota Polres Landak dan Polsek Ngabang hadir untuk mengamankan pembukaan segel Mantor PT Putra Indotrovical (PI) di Desa Sungai Keli, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak pada Senin (24/6/2019).

Kantor PT PI sebelumnya sempat tidak bisa beroperasi, karena disegel secara adat oleh puluhan orang yang mengatasnamakan sebagai penyerah lahan atau petani kebun plasma pada tanggal 18 Juni lalu.

Satu diantara alasan terjadinya aksi penyegelan dikarenakan, tidak dilakukannya pembayaran TBS Sawit kebun plasma selama 3 bulan yang dilakukan oleh pihan perusahaan. Sehingga aksi penyegelan pun dilakukan.

Setelah melalui proses panjang, akhirnya segel yang ada di kantor PT PI dibuka kembali atas pertimbangan para tokoh adat dan para karyawan PT PI.

Pembukaan segel Kantor PT PI dihadiri Kasi Pembinaan dan Pengawasan Perkebunan Landak Aswanto, Kabag Ops Polres Landak Kompol Asmadi, Kapolsek Ngabang Kompol B Sembiring SH MH.

Baca: Kompetisi Sepakbola U-15 se-Kalbar di Sintang Dibuka, Hanya Empat Daerah Kirim Perwakilan

Baca: TERPOPULER - Curhat Ussy Sulistiawaty, Lagu Terbaru Ayu Ting Ting, hingga Jadwal Copa America 2019

Baca: 4 Yang Berbeda dari Film Toy Story, Apa Saja Yuk Ikuti

Kasat Binmas Polres Landak Ipda Asep, Kasat Sabhara Iptu Joko Prakoso, Pihak PT PI dan para tokoh adat serta para karyawan PT PI yang berjumlah sekitar 100 orang.

Ritual pembukaan segel di Kantor PT PI dipimpin oleh Timanggong Binua Banyuke Tengah Oleng. Proses pembukaan segel dilakukan secara adat Dayak dengan sebutan adat "Buis Tunggal Pengurus dan Adat Buka Pagar".

"Kok pasang adat penyegelan tidak koordinasi dulu dengan pengurus adat yang punya wilayah. Jadi kami pengurus berhak bertindak," jelas Oleng.

Akan tetapi sampai dengan usai pembukaan segel, para oknum yang mengatasnamakan para penyerah lahan atau para petani kebun plasma yang melakukan penyegelan tidak datang walau sudah diundang oleh Oleng selaku Timanggong Banyuke Tengah.

Dalam himbauannya kepada para karyawan di kantor PT PI, Kapolsek Ngabang mengatakan apabila ada permasalahan dengan perusahaan agar berkoordinasi dengan Disbunhut Kabupaten Landak dan diselesaikan dengan baik.

"Selesaikan segala masalah dengan musyawarah mufakat. Disbun dan Kepolisian akan bantu memfasilitasi karena kami dalam posisi netral," himbau Sembiring.

Proses pembukaan segel berakhir hingga sore hari, yang melibatkan puluhan anggota pengamanan dari Polres Landak dan Polsek Ngabang.

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved