Sindikat Kawin Kontrak

Korban Kawin Kontrak Negeri Tiongkok Asal Singkawang, Cerita Kejadian yang Dialaminya

Korban Kawin kontrak Tiongkok, IN (20) yang merupakan warga Kota Singkawang menceritakan kejadian yang dialaminya selama di Tiongkok

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Korban Kawin kontrak Tiongkok, IN (20) mengenakan hijab biru didampingi Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi, Silvia dan Ibunya berinisial M, ceritanya disampaikan dalam konferensi pers di Polres Singkawang, Jalan Firdaus 2, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Selasa (25/6/2019). 

Silvia tak lupa mengucapkan terimakasih pada sopir taksinya yang sudah banyak membantu, walaupun dengan bahasa via telpon dan merasa ketakutan.

Setelah sampai ke KBRI, IN memberi laporan kepadanya dimana saat itu hampir pukul 19.00 wib waktu Indonesia pada Jumat (21/6/2019).

"Tiga hari dua malam IN berada di KBRI hingga kembali ke Kota Singkawang," kata Silvia.

Ibunda Beri Ultimatum

M, ibunda IN yang mendampingi mengatakan telah memberikan ultimatum (peringatan_red) kepada anaknya IN sebelum proses pernikahan dengan warga Tiongkok terjadi.

M meminta anaknya untuk berfikir terlebih dahulu dan jangan gegabah mengambil keputusan. Namun IN anaknya justru ngotot.

Apalagi sang agen telah menjanjikan iming-imingan kepada IN dan keluarga sehingga yang membuat mereka tertarik.

"Istilahnya sudah kita rembukkan bersama, tapi memang kekuatan anak saya mau ke sana, jadi saya sebagai orang tua hanya bisa mendoakan lah yang terbaik buat anak saya," tuturnya.

Selama IN di Tiongkok, M tak mengalami kesulitan untuk berkomunikasi. Namun IN kerap meringis kepada ibunya saat berkomunikasi.

Sebagai orang tua M memberikan nasihat kepada IN agar bersabar dan menginginkan yang terbaik, meski IN berkeinginan untuk pulang ke Kota Singkawang.

M berpesan kepada seluruh orang tua terutama yang memiliki anak agar lebih berhati-hatilah dalam mengambil keputusan.

Dirembukkan kembali antara satu keluarga dengan keluarga yang lain. Perlu dukungan dari semua keluarga dalam memutuskan sesuatu.

Peristiwa ini menjadi pelajaran buat Ia dan IN anaknya agar ke depannya harus berhati-hati dalam mengambil keputusan.

"Itu pelajaran yang berarti buat saya dan anak saya," ucap M.

Bantuan Berbagai Pihak

Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi mengatakan upaya ini berhasil karena ada bantuan dari berbagai macam pihak.

Seperti Silvia yang mempunyai relasi yang baik dan yang paling penting juga mungkin rasa percayanya masyarakat dengan Polres Singkawang yang berbuat nyata.

"Dan itu membuat orang-orang yang berkecimpung, yang tahu, semuanya mengerahkan sumber dayanya untuk membantu apa yang kita perjuangkan," katanya.

Polres Singkawang akan terus mengembangkan kasus ini dengan meminta keterangan dari berbagai pihak. Polres akan mengkaji dari sisi hukum.

Kapolres juga sudah memerintahkan pada anggota untuk mencari Mak Comblang yang menjebak atau memperdagangkan hal-hal yang melanggar hukum.

"Yang mengirim atau pun mengawin kontrak seperti IN dan NP," tegasnya.

Kapolres berharap jangan sampai peristiwa serupa terjadi lagi terutama di Kota Singkawang. Masalah ini sudah selesai dan IN bisa kembali.

Orang tua di Kota Singkawang jangan menganggap hal-hal seperti itu sebagai jalan keluar untuk mengubah jalan hidup keluarga karena belum bisa dipastikan kebenarannya.

Peristiwa ini menjadi contoh bagi masyarakat khususnya wanita di Kota Singkawang agar jangan sampai terjebak pada hal-hal yang belum jelas.

"Belum bisa dipastikan tujuan akhirnya," pesan Kapolres.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved